BATAM, KOMPAS.com - Hatta menyatakan hal itu Pernyataan Hatta berbeda dengan yang dikatakan sebelumnya oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh. Darwin menyatakan, hasil produksi Blok Natuna D Alpha diprioritaskan untuk ekspor. Alasannya, karena sebagian besar produksi diperkirakan tidak terserap pasar domestik. Cadangan gas di Blok Natuna D Alpha diperkirakan 40 triliun kaki kubik. Setelah dikurangi semua biaya eksplorasi dan Hatta mengakui, harga gas bumi di dalam negeri memang cenderung lebih rendah dibanding harga ekspor. ”Tetapi, prinsipnya, masyarakat yang tidak mampu harus diberi subsidi,” ujarnya. Adapun untuk gas bumi yang dikonsumsi industri, menurut Hatta, tetap harus mengacu pada tarif industri. ”Oleh karena itu, diperlukan restrukturisasi pola subsidi. Jangan sampai subsidi mengakibatkan masyarakat mampu yang paling menikmati,” ujarnya.

