JAKARTA, KOMPAS.com — Meski Indeks Harga Saham Gabungan berhasil menguat 1,31 persen menjadi 2.519,10 pada akhir pekan lalu, sejumlah analis meramal, indeks akan memasuki masa konsolidasi pada pekan ini.
Pada awal perdagangan Senin (14/12/2009), IHSG dibuka turun 0,68 persen menjadi 2,501.918.
Edwin Sinaga, Direktur Financorpindo Nusa, mengatakan, banyaknya manajer investasi yang mengambil libur panjang mengakibatkan IHSG sulit bergerak lincah. Apalagi, belum ada sentimen positif dari dalam negeri. "Indeks kemungkinan akan lebih banyak digerakkan oleh bursa regional," katanya.
Sementara itu, pengamat pasar modal, Felix Sindhunata, menilai, IHSG masih berpeluang menguat meski terbatas. Penyebabnya adalah membaiknya sejumlah data perekonomian China dan prediksi pertumbuhan ekonomi Korea Selatan.
Sayang, sentimen positif itu harus berhadapan dengan merosotnya harga sejumlah barang komoditas. "Tekanan ini tentunya akan mengurangi minat investor terhadap saham-saham komoditas," imbuhnya. Felix meramal, IHSG hari ini akan bermain pada kisaran 2.500-2.535.
Sementara itu, Edwin memerkirakan, IHSG akan berkutat pada kisaran 2.500 hingga 2.527. Meski begitu, dia melihat, ada sebuah sentimen negatif yang membayangi bursa saham. "Yaitu perseteruan antara Sri Mulyani dan Aburizal Bakrie. Mudah-mudahan investor profesional dalam menanggapi isu tersebut," katanya. (Abdul Wahid Fauzi/Kontan)

