Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 19:58 WIB
Saham BTN Kelebihan Permintaan Dua Kali
M Fajar Marta | Edj | Selasa, 15 Desember 2009 | 18:15 WIB
|
Share:

KOMPAS/LASTI KURNIA
Calon pembeli mengantre pada penawaran saham perdana PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk di Gedung Bank BTN, Jakarta, Rabu (9/12). Sebanyak 2,36 miliar lembar saham ditawarkan dengan harga Rp 800 per saham. BTN menargetkan meraup dana Rp 1,9 triliun selama masa penawaran saham perdana, yaitu dari tanggal 9-11 Desember 2009.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Pelepasan saham PT Bank Tabungan Negara ke publik atau initial public offering (IPO) mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak dua kali.

Minat pemesanan saham BTN yang disampaikan pada masa penawaran awal dan pemesanan yang diterima pada tanggal 9-11 Desember 2009, pada harga Rp 800 per saham, menghasilkan kelebihan pemesanan sebanyak 2 kali. "Oversubscribed ini merupakan gabungan dari minat pemesanan saham untuk penjatahan pasti (fixed allotment) yang diterima oleh penjamin Pelaksana Emisi Efek pada masa penawaran awal dan pemesanan saham untuk penjatahan pooling (pooling allotment) yang diselenggarakan di gerai IPO BTN," kata Direktur Utama BTN Iqbal Latanro, Selasa (15/12/2009) di Jakarta.

Menurut Iqbal, persentase alokasi antara investor asing dan investor domestik adalah 39,6 persen untuk investor asing dan 60,4 persen untuk investor domestik. Pencatatan perdana saham BTN di Bursa Efek Indonesia akan dilakukan pada Kamis (17/12/2009).