KUPANG, KOMPAS.com — Pesawat Merpati dengan nomor penerbangan MZ 644 dan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 438 rute Jakarta-Denpasar-Kupang batal mendarat di Bandar Udara Eltari Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (15/12/2009) akibat cuaca buruk.
Merpati yang sedianya akan mendarat sekitar pukul 11.00 Wita, dan Garuda pukul 13.14 akhirnya terpaksa kembali ke Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali.
"Pesawat Garuda sempat berputar-putar cukup lama di udara, tapi akhirnya kembali ke Denpasar. Dasar awan sangat rendah, dan jarak pandang amat dekat sehingga berbahaya untuk pendaratan. Pilot tidak bisa melihat landasan," kata Duty Manager Bandar Udara El Tari Kupang Zaenal Ismael, Selasa, yang dihubungi dari Ende, Flores.
Hujan lebat mengguyur Kota Kupang sejak pukul 10.00 hingga sore. Cuaca setempat juga amat gelap.
Ketika hendak dikonfirmasi, Rudi selaku Supervisor Bagian Reservasi dan Tiket di Kantor Penjualan Garuda, Kupang, tidak bersedia memberikan keterangan.
Namun, kondisi cuaca di Kupang pada pukul 15.00 relatif membaik sehingga pesawat Sriwijaya Air dapat mendarat. Begitu pula Garuda dengan nomor penerbangan GA 438. Mereka melanjutkan proses keberangkatan dari Denpasar ke Kupang pada sore ini.
Menurut petugas Bandara Eltari Kupang, Roni Korinson, pesawat Garuda itu dijadwalkan mendarat pukul 18.20.

