Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 01:26 WIB
Dana Asing Lebih Deras, Rupiah di Bawah 9.000
M Fajar Marta | Edj | Selasa, 15 Desember 2009 | 20:26 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Aliran dana asing yang masuk ke Indonesia pada 2010 diperkirakan bakal lebih deras dibandingkan tahun 2009. Dana asing berupa equity investment diperkirakan meningkat. Adapun aliran dana dalam bentuk utang akan menurun.  

Demikian dikemukakan Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas Destry Damayanti saat memaparkan proyeksi ekonomi Indonesia 2010, Selasa (15/12/2009) di Jakarta. Destry mengatakan, dana asing yang bakal masuk ke kawasan negara yang sedang tumbuh (emerging market) pada 2010 diperkirakan mencapai 272,9 miliar dollar AS atau lebih besar dibandingkan tahun 2009 yang senilai 191,1 miliar dollar AS.  

Pasar emerging market dinilai menarik oleh investor global karena umumnya menawarkan imbal hasil instrumen keuangan yang relatif lebih tinggi dibandingkan kawasan negara maju. Selain itu, negara emerging market, seperti China, India, Brasil, dan Indonesia, memiliki prospek perekonomian yang sangat positif pada 2010. Hal itu tecermin dari pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi.  

Arus modal dan keuangan akan menjadi penopang utama surplus neraca pembayaran Indonesia (NPI) pada 2010. Menurut perkiraan Mandiri Sekuritas, surplus neraca modal dan keuangan pada 2010 akan mencapai 6,4 miliar dollar AS. Investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) berkontribusi 3 miliar dollar AS, sementara investasi portofolio asing mencapai 5 miliar dollar AS.  

Dampak dari surplus NPI yang meningkat adalah apreasiasi rupiah akan berlanjut pada 2010. Destry memperkirakan, kurs rupiah pada akhir 2010 akan berada di level Rp 8.927 per dollar AS.  

Adapun inflasi pada 2010 diperkirakan akan meningkat menjadi 6,3 persen. Konsekuensinya, suku bunga acuan akan naik dan pada akhir 2010 yang diperkirakan berada di posisi 7,25 persen dari posisi akhir 2009 sebesar 6,5 persen.