Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 08:24 WIB
Bank BTN Catatkan Saham di BEI
M Fajar Marta | made | Kamis, 17 Desember 2009 | 15:19 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Tabungan Negara (BTN), bank spesialisasi kredit perumahan (KPR), mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia, Kamis (17/12/2009). Meneg BUMN Mustafa Abubakar saat acara pencatatan saham  mengatakan, IPO BTN merupakan satu-satunya hasil dari privatisasi BUMN pada tahun 2009. Nilai IPO BTN juga merupakan yang terbesar dibandingkan IPO-IPO lain di BEI.

Harga per saham Bank BTN telah ditetapkan sebesar Rp 800 per saham. Jumlah saham yang akan dikeluarkan sebesar 2,36 miliar saham dengan perkiraan dana yang dapat diraih dari initial public offering (IPO) sebesar Rp 1,9 triliun. Dari proporsi keseluruhan jumlah saham yang ditawarkan, sebesar 60 persen  pembeli merupakan investor lokal dan sisanya adalah asing.

Mustafa mengharapkan dengan adanya tambahan modal dari IPO ini maka bisnis Bank BTN ke depan akan meningkat, di samping  pengelolaan perusahaan dengan lebih baik, lebih profesional dan lebih mengedepankan penerapan good corporate governance.

Ia juga mengharapkan bahwa IPO Bank BTN ini akan diikuti oleh BUMN-BUMN yang belum go public dan harapan agar BUMN-BUMN yang telah go public dapat menjadi driver dalam perkembangan pasar modal di Indonesia.

Direktur Utama  BTN Iqbal Latanro menyatakan ”Kami akan menjadikan momen ini sebagai awal untuk lebih meningkatkan kinerja BTN ke depan dan mengelolanya dengan lebih baik, lebih profesional serta mengedepankan asas good corporate governance."

Iqbal optimis dengan prospek BTN ke depan. Permintaan terhadap sektor perumahan meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan data yang ada, dalam 5 tahun terakhir, permintaan terhadap rumah baru diperkirakan akan mencapai sebesar 800.000 unit, sementara persediaan rumah baru hanya mencapai sekitar 400.000 unit setiap tahunnya dimana pembangunannya sebagian besar dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Berarti ada gap antara kebutuhan dan pemenuhan kebutuhan yang berarti juga terdapat peluang bagi prospek bisnis BTN ke depan.

Bank BTN menjadi perusahaan pemberi kredit perumahan terbesar di Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 25,3 persen dari jumlah kredit perumahan yang beredar di Indonesia per 30 Juni 2009. Dalam segmen kredit perumahan bersubsidi di Indonesia, Perseroan memiliki pangsa pasar sebesar 94,0 persen  dari jumlah kredit perumahan bersubsidi.