Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 08:32 WIB
Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Beras Naik Tajam
PURI | wah | Minggu, 20 Desember 2009 | 13:17 WIB
|
Share:

PURI YUANITA
Harga beras dan sejumlah kebutuhan pokok di beberapa Pasar di Jakarta meningkat tajam H-5 menjelang Natal dan Tahun Baru ini, Minggu (20/12/2009).

JAKARTA, KOMPAS.com — Jelang Natal dan Tahun Baru, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok meningkat tajam. Berdasarkan pantauan Kompas.com, Minggu (20/12/2009), di Pasar Minggu dan Pasar Kramatjati saja, hingga H-5 Natal ini, harga beras dan sejumlah sayuran naik secara signifikan.

Kenaikan harga yang mencengangkan terutama terjadi pada beras. Menurut keterangan Yayang (55), salah seorang pedagang beras di Pasar Minggu, kenaikan harga beras menjelang Natal dan Tahun Baru kali ini sangat luar biasa. Harga beras dengan kualitas biasa saja yang tadinya Rp 4.900 per liter naik hingga Rp 5.200 per liter. Sementara itu, untuk beras dengan kualitas sedang, naik dari Rp 5.050 per liter hingga Rp 5.700 per liter. Yang paling mencengangkan tentu saja harga beras dengan kualitas super yang naik dari harga Rp 5.400 per liter hingga Rp 6.000 per liter.

Yayang menambahkan, kenaikan harga beras kali ini tidak hanya mengagetkan para konsumen karena mencapai harga yang sangat tinggi, tetapi juga cukup merepotkan para pedagang beras karena kenaikan harga terjadi secara cepat.

"Wah, naiknya tinggi sekali Mbak. Konsumen bukannya pada kaget lagi, pada teriak Mbak. Pedagang seperti saya juga pada repot. Kenaikannya terjadi cepet banget. Kadang bisa tiap berapa hari sekali naik, seperti beberapa hari terakhir ini nih. Saya sebagai pedagang jadi bingung mau nentuin harga. Kasihan sama konsumen kalau kemahalan," ujar Pria yang sudah 20 tahun berdagang beras di Pasar Minggu itu.

Yayang mengakui, kenaikan harga beras sesignifikan ini baru kali ini terjadi. Hal ini mungkin saja karena pengaruh Natal dan Tahun Baru yang akan segera datang. Namun, katanya, saat Lebaran kemarin saja ataupun jelang Natal dan Tahun Baru sebelumnya harga beras tidak pernah naik sedrastis ini. Menurutnya, kenaikan kali ini sepertinya lebih diakibatkan musim tanam dan panen petani yang habis sehingga stok beras menipis.

Sementara itu, sejak kenaikan harga beras terjadi, pelanggan Yayang yang rata-rata kaum ibu banyak yang beralih dari beras kualitas super ke beras dengan kualitas sedang atau biasa karena harganya dirasa lebih ringan. Kebanyakan dari konsumen juga jadi lebih memilih membeli beras secara eceran atau literan.

"Iya, pelanggan saya jadi banyak yang pindah ke beras yang Rp 5.200 atau yang Rp 5.700. Yah, karena harganya enggak terlalu mahal, tapi juga tetap kualitasnya lumayan dan berasnya lumayan enak. Enggak jelek-jelek amat. Setelah naik, orang-orang juga jadi lebih suka beli ngecer 1 liter, 2 liter. Ya, biar lebih ringan," kata Yayang.