JAKARTA, KOMPAS.com - Aliran dana asing masih membanjiri lantai bursa saham Indonesia. Pada Kamis (17/12/2009) pekan lalu, investor asing melakukan aksi beli bersih (net buy) saham senilai 47,6 juta dollar AS setara Rp 451,5 miliar (kurs Rp 9.485 per dollar AS). Jika menghitung sejak sepekan sebelumnya (10/12), asing mencatatkan net buy Rp 1,12 triliun. Sementara, sejak awal tahun ini, net buy asing di bursa saham sudah mencapai Rp 12,1 triliun.
Analis BNI Securities Muhammad Alfatih menilai, masuknya dana asing ke lantai bursa tak lepas dari fundamental ekonomi Indonesia yang cukup kokoh. Sampai akhir tahun ini, ekonomi Indonesia mungkin bisa tumbuh lebih dari 4 persen.
Alfatih menilai, banjir dana asing di bursa saham masih akan berlanjut sampai tahun depan. "Asing juga melihat tahun depan pertumbuhan ekonomi global akan membaik, sehingga mereka masih nyaman masuk ke pasar kita," ucapnya.
Malah, Alfatih bilang, aliran dana asing di tahun 2010 mungkin akan tumbuh lebih besar dari saat ini. Asing juga akan kian gencar menyasar pasar Indonesia jika otoritas negeri ini bisa menekan sentimen-sentimen negatif domestik, seperti kisruh bail out Bank Century Rp 6,7 triliun.
Analis Financorfindo Nusa Edwin Sinaga menambahkan, meski ada kisruh politik, kondisi Indonesia jauh lebih baik ketimbang Thailand dan Filipina. Ini pula yang menjadi alasan mengapa asing masih meminati Indonesia.
Sentimen positif lainnya adalah suku bunga yang masih relatif tinggi dan estimasi pertumbuhan ekonomi 2010 cukup bagus, yakni 5,5 persen. Deretan kabar baik ini bisa menjadi modal bagi Indonesia untuk menarik para investor asing.
Edwin bilang, aliran dana asing ikut menentukan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). "Selagi dana asing bisa dipertahankan di bursa saham Indonesia, hal itu akan sanggup mendorong IHSG terus melaju," terangnya. Apalagi, kinerja IHSG sepanjang 2009 cukup memukau. Jika menghitung dari awal tahun hingga akhir pekan lalu, IHSG sudah melesat lebih dari 80 persen.
Bisa keluar tiba-tiba
Kepala Riset Paramitra Alfa Sekuritas Pardomuan Sihombing berpendapat, aliran dana asing di lantai bursa secara tidak langsung juga bisa mendongkrak nilai tukar rupiah terhadap sejumlah mata uang dunia, utamanya terhadap dollar Amerika Serikat (AS).
Pardomuan menilai, salah satu pendorong masuknya dana asing saat ini adalah momentum pembagian dividen interim 2009 yang dilakukan sejumlah emiten belakangan ini. Sampai kini triliunan rupiah sudah mengalir dari hajatan pembagian dividen interim selama 2009. "Tapi menurut saya asing tidak akan bertahan lama karena setelah pembagian dividen biasanya asing akan melepas kembali," terangnya.
Selain itu, Pardomuan mengingatkan, dana asing sewaktu-waktu bisa keluar dari Indonesia apabila kondisi negeri ini tidak mendukung. "Biasanya sebagian aliran dana asing yang masuk ke lantai bursa saham Indonesia tidak bertahan lama," jelas Pardomuan.
Artinya, kita tidak bisa memastikan bahwa dana-dana asing yang masuk ke bursa saham saat ini bisa bertahan lama. Pasalnya, investor asing juga melihat sentimen regional dan global, khususnya sentimen yang datang dari Amerika Serikat.
Pardomuan memprediksi, sampai akhir 2009 mendatang, IHSG akan bergerak di kisaran 2.450. Khusus untuk hari ini, Alfatih melihat, indeks akan bergerak di rentang 2480-2522. (Sandy Baskoro, Irma Yani, Avanty Nurdiana/Kontan)


