JAKARTA, KOMPAS.com — Melanjutkan program 100 hari masa kerjanya, Menko Kesra kembali mencanangkan program kesejahteraan rakyat baru. Hal ini diungkapkan oleh Indrayono Susilo, Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, saat berbicara dalam acara diskusi "Refleksi Akhir Tahun Pembangunan Kesehatan Tahun 2009 dan Peran Nyata Organisasi Profesi Kesehatan", di Kantor Menko Kesra Jakarta, Senin (21/12/2009).
Diterangkan Indrayono, dalam program tersebut, pemerintah, dalam hal ini Menko Kesra, tetap berfokus pada empat hal pokok yang menjadi dasar tercapainya kesejahteraan rakyat, yakni pengentasan kemiskinan, peningkatan akses dan kualitas pendidikan bagi masyarakat, peningkatan standar kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, serta peningkatan upaya pelestarian lingkungan hidup dan penanggulangan bencana.
Namun, diakui Indrayono, masalah kemiskinan sebagai ujung pangkal dari segala masalah kesejahteraan rakyat, tetap menjadi prioritas utama untuk diselesaikan.
Untuk mengatasi masalah kemiskinan, dalam program ini Menko Kesra berani memasang target pengurangan angka kemiskinan mencapai 8 persen hingga 2014 nanti. "Dalam program ini, kami berani memasang target hingga 2014 angka kemiskinan penduduk di Indonesia akan berkurang mencapai 8 persen dari angka 14 persen di tahun 2009 ini," ujarnya.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah siap merealisasikan beberapa program konkret yang dibagi ke dalam 3 klaster pokok, yaitu melanjutkan sekaligus memantapkan program-program bantuan terpadu berbasis keluarga yang sudah ada, seperti bantuan langsung tunai (BLT), beras miskin (raskin), atau BLT Kelompok Rentan; meningkatkan akses pelayanan pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat miskin baik dari segi kuantitas maupun kualitas; dan meningkatkan program pemberdayaan usaha mikro dan kecil bagi masyarakat miskin.

