Minggu, 26 Oktober 2014

/ Bisnis & Keuangan

Lulusan SMK Semakin Banyak Bekerja

Senin, 21 Desember 2009 | 22:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Selama setahun terakhir lulusan sekolah menengah kejuruan atau SMK semakin banyak yang diserap dunia kerja. Kondisi ini menunjukkan respons positif pasar kerja terhadap para lulusan SMK yang semakin siap pakai.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, lulusan SMK mengalami pertumbuhan tertinggi mendapatkan lapangan kerja dibanding lulusan SMA, diploma, dan sarjana dalam periode Agustus 2008 sampai Agustus 2009. Lulusan SMK yang mendapat pekerjaan naik dari 6,76 juta orang pada Agustus 2008 menjadi 8,29 juta orang pada Agustus 2009.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofjan Wanandi di Jakarta, Senin (21/12/2009), mengakui, dunia usaha memang lebih banyak menyerap lulusan SMK karena lebih siap pakai ketimbang SMA. Pengusaha meminati lulusan SMK karena lebih cepat beradaptasi dengan pekerjaan.

"Kami lebih senang (lulusan) sekolah kejuruan daripada SMA, mereka lebih bisa menghadapi masalah. Pemerintah harus membuat SMK lebih banyak dari SMA walau (investasi) mahal karena ada praktik dan peralatan," ujar Sofjan.

Menurut Sofjan, pemerintah harus lebih serius menciptakan lulusan sekolah formal yang siap pakai. Dia mencontohkan, keterbatasan sumber daya manusia membuat program rehabilitasi pascagempa Sumatera Barat kesulitan mencari tukang sehingga harus memakai tukang bangunan dari Jawa.

Apindo memiliki program melatih 100 anak lulusan SMK di bengkel dan pabrik kendaraan bermotor selama tiga bulan. Mereka semua diterima di perusahaan otomotif setelah lulus pelatihan tersebut.

Terakhir, kata Sofjan, mereka melatih 100 lulusan SMA untuk mengisi lowongan pusat perbelanjaan. "Waduh, susah sekali melatih mereka," ujar Sofjan.

Untuk itu, Sofjan meminta pemerintah lebih serius mengembangkan kurikulum SMK. Program-program pendidikan diploma dan kesarjanaan yang tidak berhubungan dengan pasar kerja pun perlu dievaluasi demi menghasilkan lulusan sesuai kebutuhan dunia usaha.

Sebelumnya, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengatakan, pihaknya akan lebih mengoptimalkan operasional balai-balai latihan kerja di daerah. Muhaimin menilai, BLK mubazir karena masih ada yang memakai peralatan praktik tua dan kurang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.


Editor : made