SURABAYA, KOMPAS.com - Rencana pemerintah menaikkan harga beras pada awal tahun 2010 menyebabkan penyerapan beras Perum Bulog Divisi Regional Jawa Timur nyaris macet. Para mitra menahan stok beras dan baru akan melepas setelah harga beras benar-benar naik.
"Setelah ada informasi tentang kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) sekitar 10 persen, banyak pedagang dan mitra yang menahan untuk jual beras. Padahal, masa panen beras juga sudah habis," kata Kepala Seksi Humas Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jatim Yulia Herwati, Selasa (22/12) di Surabaya.
Penurunan serapan beras Perum Bulog Divre Jatim sangat drastis. Saat panen raya antara bulan April hingga Mei, serapan beras mencapai 5.000 ton per hari, sedangkan serapan beras Perum Bulog Divre Jatim saat ini nyaris macet, yaitu tinggal rata-rata 14 ton per hari atau sekitar 100 ton per minggu. "Penurunan drastis terjadi dalam dua pekan terakhir. Situasi ini mengakibatkan target penyerapan beras akhir 2009 sebesar 1.100.000 ton tak tercapai," kata Yulia.
Dengan turunnya penyerapan beras, diperkirakan serapan beras Perum Bulog Divre Jatim hingga akhir tahun 2009 hanya mencapai 1.108.000 ton. Sementara persediaan ber as Perum Bulog Divre Jatim sebanyak 272.629 ton yang akan bertahan hingga lima bulan ke depan.

