Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 17:52 WIB
Lokal Hanya Punya Sepertiga Kepemilikan Saham di BEI
| Edj | Selasa, 22 Desember 2009 | 15:22 WIB
|
Share:

Kompas/Yuniadhi Agung

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepemilikan saham investor lokal di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih minim. BEI menghitung, sampai 17 Desember 2009, kepemilikan saham investor lokal hanya 32,5 persen atau setara Rp 360,35 triliun. Sedangkan kepemilikan saham investor asing mencapai 67,5 persen atau setara Rp 748,76 triliun. Angka ini terlihat dari jumlah kepemilikan saham total yang nilainya mencapai Rp 1.100 triliun per November 2009.

"Ini hanya untuk data scripless saja. Perbandingannya sepertiga investor lokal, dua pertiganya investor asing," ujar Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) Wan Wei Yiong dalam Diskusi Prospek Pasar Modal Indonesia 2010, Selasa (22/12).

Memang dibandingkan dengan porsi kepemilikan saham tahun 2008, ada peningkatan pporsi investor lokal. Pada 2008 lalu, jumlah kepemilikan saham investor lokal sebesar Rp 211,53 triliun atau sekitar 32,2 persen. Sedangkan kepemilikan saham investor asing mencapai Rp 446,18 triliun atau sekitar 67,8 persen.

Wan mengatakan, saat ini BEI menargetkan peningkatan jumlah investor. Soalnya, perbandingan jumlah investor pasar modal dengan jumlah penduduk masih sangat kecil. Saat ini jumlah investor hanya sekitar 1 persen dari total populasi Indonesia. Angka ini, imbuh Wan, jauh lebih kecil ketimbang negara tetangga. Misal, Malaysia yang investor pasar modalnya mencapai 20 persen dari total populasi dan Singapura yang mencapai 50 persen dari total populasi.  "Fokusnya meningkatkan jumlah investor lokal. Kalau investor lokal kuat, kita lebih punya bargaining power," jelasnya.

Wan menambahkan, tantangan pasar modal saat ini mencakup pengembangan produk  baru, jumlah emiten, dan jumlah investor yang masih minim. Makanya, BEI juga gencar menarik emiten baru untuk masuk bursa dan mengeluarkan produk-produk baru. Untuk produk baru, BEI tengah mempersiapkan produk jenis derivatif dan futures(Irma Yani/Kontan)

Sumber :
KONTAN