Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 17:52 WIB
Terminal Elpiji Gresik Bakal Beroperasi 29 Desember 2009
Wahyu Satriani Ari Wulan | Edj | Selasa, 22 Desember 2009 | 15:32 WIB
|
Share:

KOMPAS/RIZA FATHONI
Pekeja mengisi tabung elpiji 12 kilogram di stasiun pengisian dan penimbunan bulk elpiji di kawasan Tanjung Barat, Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Pertamina menargetkan pengoperasian terminal elpiji di Gresik bisa dilakukan pada 29 Desember 2009. Terminal dengan kapasitas storage 10.000 metrik ton (MT) ini untuk memperkuat pasokan elpiji nasional. Adapun untuk pemanasan (commisioning) terminal elpiji tersebut dilaksanakan sejak 16 hingga 22 Desember 2009.

"Rencana commisioning terminal elpiji di Gresik dengan kapasitas 10.000 MT pada 16 hingga 22 Desember dengan target operasi diharapkan tanggal 29 Desember," ujar Deputi Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Hanung Budya saat jumpa pers kesiapan menghadapi natal dan tahun baru 2010 di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Selasa (22/12/2009).

Di samping itu, untuk memperkuat kebutuhan elpiji nasional, Pertamina juga akan menambah pasokan dari elpiji Bontang sebesar 40.000 MT dan menyediakan satu kapal pressurized untuk floating stock di Makasar. Di setiap agen juga akan disiapkan skid tank yang berjaga-jaga di SPPBE/SPBE untuk mendukung ketersediaan suplai LPG ke agen-agen dengan pelayanan 24 jam.

Sementara itu, untuk mengantisipasi kebutuhan BBM dan LPG menjelang libur Natal 2009 dan Tahun Baru 2010, Pertamina membentuk satuan tugas BBM di Kantor Pusat Pertamina dan seluruh wilayah Indonesia. Adapun langkah-langkah antisipasi kebutuhan BBM selama libur Natal dan Tahun Baru di antaranya dilakukan dengan memastikan ketersediaan stok BBM (stock build up) melalui optimasi kilang dan impor, menyiagakan SPBU 24 jam mulai H-10 hingga H+10 di jalur mudik. Pertamina juga menyiapkan armada mobil tangki di jalur mudik dan alternatif.