JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa (22/12) sukses bertahan di zona hijau. IHSG pada penutupan perdagangan hari ini naik 1,49 persen ke level 2.467,637. Level ini tidak berubah banyak ketimbang perdagangan sesi I.
Pergerakan bursa regional yang positif jelang akhir tahun ini memicu aksi beli besar-besaran investor di lantai bursa. Apalagi indeks bursa saham Eropa juga berhasil melanjutkan penguatan pada pembukaan perdagangan siang ini. Saham-saham berkapitalisasi besar terutama saham komoditas pertambangan jadi sasaran aksi beli pemodal.
Indeks bursa saham Asia selain Shangai juga bertahan di teritori positif. Indeks Nikkei 225 naik 1,91 persen ke level 10.378,03, indeks Hang Seng naik 0,69 persen ke level 21.092,04, indeks Shanghai turun 2,32 persen ke level 3.050,52, indeks Kospi naik 0,69 persen ke level 1.655,54, dan indeks Strait Times naik 1,33 persen ke level 2.823,75.
Perdagangan di bursa berlangsung moderat. Sebanyak 132 saham mengalami kenaikan harga, 46 saham harganya turun, dan 54 saham tidak mengalmai perubahan harga. Volume transaksi mencapai 3,39 miliar saham dengan nilai transaksi sebanyak Rp 2,62 triliun.
Saham-saham yang harganya naik dan menempati daftar top gainers dalam rupiah adalah; PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) naik 6,61 persen menjadi Rp 12.900, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik 2,02 persen menjadi Rp 20.250, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik 3,77 persen menjadi Rp 11.000, PT Tri Polyta Indonesia Tbk (TPIA) naik 9,6 persen menjadi Rp 2.550, dan PT Resources Alam Indonesia Tbk (KKGI) naik 10,55 persen menjadi Rp 2.200.
Sedangkan saham-saham yang harganya turun dan masuk daftar top losers adalah; PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun 2,2 persen menjadi Rp 22.200, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun 0,66 persen menjadi Rp 30.200, PT Tambang Bukit Asam Tbk (PTBA) turun 1,17 persen menjadi Rp 16.950, PT samudera Indonesia Tbk (SMDR) turun 3,9 persen menjadi Rp 3.700, dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) turun 5,31persen menjadi Rp 1.070. (Sopia Siregar/Kontan)


