JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Direktur Utama PT PLN (Persero) Rudiantara mengundurkan diri dari jabatannya. Surat pengunduran diri telah disampaikan kepada Menneg BUMN, Selasa (22/12/2009) sore ini. "Ya, sudah saya kirimkan," sebut Rudiantara saat dikonfirmasi Kompas.com.
Pengunduran diri tersebut, menurutnya, sesuai dengan pertimbangan bahwa AD/ART perusahaan Pasal 10 Ayat 17 memungkinkan seorang anggota direksi mundur dari jabatannya.
Rudi beralasan pengunduran dirinya tersebut karena merasa misi penempatan dirinya sebagai profesional bisnis dan keuangan di salah satu perusahaan setrum pelat merah ini telah diselesaikannya dengan baik. Selain itu, ada tawaran posisi lain yang diberikan kepada Rudiantara yang, menurutnya, sangat patut dipertimbangkan.
Rudiantara sendiri merupakan sosok yang sudah lama dikenal luas oleh kalangan bisnis dan profesional. Sebelum menjadi Wadirut PLN, Rudiantara juga pernah sukses meningkatkan kinerja PT Semen Gresik (tbk) selama hampir dua tahun.
Dalam hampir dua tahun masa baktinya di PLN, Rudiantara turut memimpin suksesnya aksi korporasi pencarian pendanaan perusahaan. Aksi korporasi pencarian pinjaman dollar dan rupiah tersebut berbentuk kredit sindikasi dalam dan luar negeri ataupun obligasi dan pinjaman bank. Sebagian di antaranya merupakan komitmen pendanaan proyek 10.000 MW.
Tercatat PLN berhasil mendapatkan sekitar Rp 100 triliun pinjaman perusahaan yang terdiri dari Rp 65 triliun pada 2009 dan Rp 35 triliun pada 2008. Sebagian dana tersebut juga digunakan untuk menutupi 100 persen biaya proyek pembangkit 10.000 MW tahap pertama.
Sebelumnya, Menneg BUMN Mustafa Abubakar sendiri memastikan bakal mengosongkan posisi wakil direktur utama (wadirut) karena dinilai kurang berfungsi. "Wadirut enggak ada. Dikosongkan karena menyesuaikan dengan kondisi. Para direktur juga mengisyaratkan lebih proper tanpa wadirut," katanya.

