NEW YORK, KOMPAS.com — Wall Street memperpanjang kenaikannya pada Selasa (22/12/2009) waktu setempat karena melonjaknya data penjualan rumah AS pada November membantu menutup revisi turun pertumbuhan ekonomi AS kuartal ketiga.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 50,79 poin (0,49 persen) menjadi ditutup di 10.464,93 sehingga pasar mencatat kenaikan ketiga hari berturut-turut. Indeks komposit saham teknologi Nasdaq dan indeks Standard & Poor’s 500 mencapai posisi tertinggi baru.
Kemudian, indeks komposit Nasdaq naik 15,01 poin (0,67 persen) menjadi 2.252,67 yang merupakan penutupan paling baik sejak September 2008, sedangkan indeks S & P 500 bertambah 3,97 poin (0,36 persen) menjadi 1.118,02, penutupan terbaik sejak Oktober 2008.
Pelaku pasar fokus pada data industri yang menunjukkan angka penjualan rumah AS melonjak 7,4 persen pada November ke level tertinggi sejak Februari 2007 karena pembeli bergegas untuk mengambil keuntungan dari pajak kredit.
Sal Guatieri, ekonom di BMO Capital Markets, mengatakan bahwa sektor perumahan terbantu pajak kredit dan uang mudah, itu penting untuk mengurangi rumah yang tak terjual. "Pasar perumahan AS sekarang seimbang untuk pertama kalinya sejak gelembung pecah sehingga menstabilkan harga," katanya. "Yang terakhir adalah unsur kunci untuk mempertahankan pemulihan ekonomi pada 2010."
Pasar tampak mengabaikan sebuah laporan terpisah yang menunjukkan pemerintah telah merevisi turun produk domestik bruto (PDB) kuartal ketiga menjadi 2,2 persen dari perkiraan terakhir 2,8 persen.
Nariman Behravesh, Kepala Ekonom IHS Global Insight, mengatakan angka-angka mewakili "berita lama" dan ia percaya ekonomi adalah mengumpulkan "energi", dengan pertumbuhan sekitar 4,0 persen pada kuartal keempat yang berakhir minggu depan.
"Percepatan baru-baru ini dalam kegiatan ekonomi dunia berarti bahwa pertumbuhan ekspor AS akan meningkat dan net ekspor akan memberikan kontribusi pada pertumbuhan kuartal keempat," katanya.
Beberapa analis mengatakan, sentimen dibantu oleh kurva hasil yang lebih curam atau perbedaan antara imbal hasil obligasi negara AS dua tahun dan 10 tahun—ditafsirkan sebagai tanda positif bagi perekonomian. "Ini menyebarkan indikasi lain dari kepercayaan pada bagian dari investor obligasi dalam pemulihan ekonomi keberlanjutan saat ini," kata Fred Dickson, ahli strategi pasar DA Davidson & Co.
Kurva imbal hasil "barometer baik kesehatan ekonomi AS," kata Chris EverBank Gaffney dari World Markets, yang mencatat bahwa perbedaan antara obligasi jangka pendek dan jangka panjang naik ke rekor tinggi menjadi 282 basis poin, atau 2,82 persentase poin.

