BANDUNG, KOMPAS.com - Nilai ekspor tesktil dan produk tekstil dari Jawa Barat setiap tahun masih minus terhadap impor. Selisih impor TPT ke Jabar yang lebih besar daripada ekspor itu terus meningkat rata-rata dua kali lipat setiap tahun.
Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Daerah Jabar, Ade Sudradjat Usman di Bandung, Rabu (23/12/2009), mengatakan, selisih impor dengan ekspor TPT Jabar sebesar 113 juta dollar AS pada tahun 2006 dan naik menjadi 300 juta dollar AS pada tahun 2007.
Pada tahun 2008, nilainya menjadi 600 juta dollar AS dan pada tahun 2009, diperkirakan menjadi 840 juta dollar AS. Pada tahun 2010, angka itu diperkirakan mencapai 1 miliar dollar AS. Kondisi pada tahun 2010 lebih dicemaskan karena bea masuk produk impor akan menjadi nol persen.
Pembebasan bea masuk itu sebagai dampak diberlakukannya Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN (AFTA). Kebijakan tersebut akan membuat TPT asing semakin membanjiri pasar di Jabar sehingga produsen lokal kian terpuruk.

