Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 15:20 WIB
Dahlan Diberi Waktu Setahun Perbaiki Masalah Listrik
Wahyu Satriani Ari Wulan | wah | Rabu, 23 Desember 2009 | 18:34 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Menneg BUMN Mustafa Abubakar meminta kepada masyarakat agar memberikan kesempatan kepada Direktur Utama PT PLN yang baru saja dilantik, Dahlan Iskan, untuk membuktikan kemampuannya memimpin perusahaan pelat merah ini.

Menurutnya, pemerintah akan melakukan evaluasi atas kinerja Dahlan setiap tahunnya. Dia mencontohkan, bila dalam jangka waktu satu tahun Dahlan dinilai tidak berhasil, pemerintah dapat mencopotnya.

"Kalau dalam setahun tidak berhasil, beliau (Dahlan) dapat diberhentikan atau menghentikan diri," ujar Mustafa, seusai pelantikan jajaran direksi dan Dewan Komisaris baru PLN, di Gedung PLN Pusat, Jakarta, Rabu (23/12/2009).

Dia mengakui, Dahlan telah menandatangani kontrak kerja dengannya. Kontrak ini berisi sederet target yang disanggupi Dahlan selama masa kerjanya terkait masalah kelistrikan. Jangka waktu pencapaiannya pun beragam, ada yang setahun atau lima tahun.

Mustafa mengatakan, Dahlan menyanggupi untuk menurunkan potensi hilang (lost) listrik dari pembangkit ke konsumen menjadi 8,5 persen pada tahun 2014 atau turun dibandingkan potensi lost saat ini mencapai 10 persen.

"Mereka berani jamin akan turun sampai 8,5 persen. Itu bukan main. Itu kontrak kerja pada kami dan akan jadi dokumen negara," jelasnya.

Di samping itu, Dahlan juga berkomitmen untuk mengurangi utang PLN ke pemerintah dan melakukan pemerataan listrik ke daerah-daerah di luar Jawa. "Kami melihat konsepnya sudah bagus. Kita jangan apriori dulu, beri dulu kesempatan," tandasnya.