JAKARTA, KOMPAS.com ”Pembangunan fisik semua kelengkapan jalan tol, mulai dari badan jalan, bahu jalan, rambu lalu lintas, penunjuk arah, marka jalan, gerbang tol, hingga kantor operasional seluruhnya sudah dituntaskan,” kata Direktur Utama PT Bakrie Toll Road Harya M Hidayat di Jakarta, Rabu (23/12/2009). Tol ini dibangun dengan perkerasan jalan berupa beton. Harya mengatakan, Tol Kanci - Pejagan mendapat jaminan penuh kontraktor dengan menggunakan paket tahun jamak atau lebih dari satu tahun sehingga jika nantinya masih diperlukan perbaikan, itu masih tanggung jawab Adhi Karya. PT Bakrie Toll Road, kata Harya, secara resmi telah mengirimkan surat kepada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) untuk menurunkan Tim Teknis Uji Layak Operasi,” kata Harya. BPJT hari Selasa lalu telah menjawab surat itu dan berjanji menurunkan tim. ”Hari ini (Rabu), tim dari Dinas Perhubungan telah menguji kelayakan tol itu. Sejalan dengan itu, kami mulai melatih 115 calon pegawai tol,” ujar Harya. Harya menegaskan, pihaknya telah menuntaskan pengaturan lalu lintas dengan Tol Palimanan-Kanci milik Jasa Marga. Tol Kanci-Pejagan di sisi barat memang terkoneksi Tol Kanci-Palimanan. ”Nanti di gerbang Tol Kanci akan dibangun satu gerbang tol lagi untuk masuk ke Tol Kanci-Pejagan,” ujar Harya. Sebelumnya, Direktur Operasi PT Jasa Marga Tbk Adityawarman telah meminta konektivitas dua tol ini diselesaikan, terutama untuk transaksi dari arah Kanci memasuki ruas Kanci-Pejagan. Hanya saja, belum dapat disingkirkan gerbang tol untuk pelintas dari arah Palimanan menuju Cirebon dan sebaliknya. Kini, Bakrie Toll Road sedang menyelesaikan pembangunan area peristirahatan (


