KOMPAS
Minggu, 21 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Subsidi Listrik Membengkak Tahun Depan
Kamis, 24 Desember 2009 | 14:06 WIB
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Menteri Keuangan Sri Mulyani.

JAKARTA, KOMPAS.com - Subsidi listrik tahun 2010 diperkirakan akan membengkak dari yang dianggarkan dalam APBN 2010 sebesar Rp 37,8 triliun. Demikian disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, saat ditemui di gedung Depkeu, Jakarta,Rabu ( 23/12/2009 ) malam. Menurutnya, membengkaknya subsidi ini disebabkan oleh tingkat inflasi yang diperkirakan akan naik tahun depan.

"Dengan naiknya inflasi, perlu keputusan seperti mereview subsidi. Karena tidak adanya perubahan tarif, memang subsidiâ?¨terhadap listrik akan lebih besar dari yang dianggarkan pada 2010 ," ujarnya.

Sebenarnya, tidak hanya subsidi listrik saja yang diperkirakan membengkak. Dia menjelaskan, kenaikan subsidi itu untuk menjaga keseimbangan antara daya beli, stabilitas harga dan mengakselarasi pertumbuhan ekonomi sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah. Karena itu, diperkirakan anggaran belanja dalam APBN 2010 diperkirakan juga akan membengkak.

Bahkan, defisit anggaran sebesar 0,4 persen atau sekitar Rp 24 triliun ini, separuhnya akan termakan untuk keperluan belanja subsidi. "Tetapi defisit kan bisa sampai 2 persen. Itu sudah dalam range perencanaan. Sehinggga tidak menimbulkan kehkhawatiran yang cukup besar," tuturnya. Membengkaknya angka subsidi ini, diakui, juga bisa menekan jumlah alokasi stimulus yang dikucurkan tahun depan.

Menkeu menambahkan peningkatan subsidi ini juga akan menopang pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan lebih baik dibandingkan tahun ini. "Pada dasarnya kalau subsidi meningkat tapi dia bisaâ?¨menimbulkan daya beli yang relatif stabil dan daya kompetisi dari industri bisa diperkuat dengan subsidi, maka pertumbuhan ekonomi akan relatif lebih baik," tandasnya.

Penulis: ANI   |   Editor: Edj Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.