Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 09:28 WIB
Anas: "Gurita Cikeas" Mirip Sinetron Mistik dan "Infotainment"
Inggried Dwi Wedhaswary | hertanto | Senin, 28 Desember 2009 | 09:10 WIB
|
Share:

PERSDA NETWORK/BIAN HARNANSA
Seorang wanita membaca buku "Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century" karya George Junus Aditjondro, di kediaman pribadi Presiden SBY di Puri Cikeas, Bogor, Sabtu (26/12/2009).

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengatakan, pihaknya menganggap buku Gurita Cikeas yang ditulis George Junus Aditjondro sebagai buku yang tidak bermutu.

Dikatakan Anas, buku seperti itu hanya dianggap sebagai hiburan, layaknya sinetron mistik dan infotainment.

"Walaupun hiburannya tidak mendidik. Mirip sinetron-sinetron mistik atau infotainment gibah. Yang diharapkan George adalah bukunya terekspose luas dan mendapatkan iklan gratis, sehingga makin laris dan terus dicari," kata Anas melalui pesan singkat kepada Kompas.com, saat ditanya komentarnya tentang kontroversi buku terbitan Galang Press itu, Senin (28/12/2009).

Anas berpendapat, buku tersebut hanya dipenuhi sensasi yang berdaya analisis rendah. "Lompatan-lompatan logikanya sangat insinuatif. Data-data yang digunakan tidak berdasar, bukan data primer yang dapat dibuktikan kebenarannya, alias hanya data sekunder. Bahkan tersier yang sangat bias," ujar Ketua Fraksi Partai Demokrat ini.

Buku Gurita Cikeas langsung menghilang dari peredaran setelah beberapa hari diluncurkan. Di sejumlah toko buku tak lagi ditemukan buku bersampul gambar gurita itu. Bagi Demokrat, terbitnya buku ini memunculkan sinyalemen skenario politik untuk menjatuhkan citra SBY.

"Kami harap buku George ini bukan dimaksudkan sebagai bagian dari skenario politik untuk membusukkan citra SBY dan Pemerintah, karena merasa pemilu belum selesai atau karena ada yg tidak legowo dengan hasil Pemilu 2009. Meskipun kami juga mencium aroma politik di balik terbitnya buku sensasi ini," kata Anas.