Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 09:29 WIB
"White Campaign" untuk Hadapi FTA
Wahyu Satriani Ari Wulan | Edj | Senin, 28 Desember 2009 | 12:36 WIB
|
Share:

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
Untuk bertahan dalam pemasaran, industri rumahan sepatu kulit Cibaduyut milik Pepep di Kampung Blok Lumbung, Cibaduyut Lama, Bandung, Jawa Barat, mengandalkan inovasi dalam desain dan model produksinya. Semenjak gempuran produk impor dari China merebak di pasaran Indonesia, industri rumahan sepatu kulit Cibaduyut menjadi terpuruk di pasaran negeri sendiri.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah bakal melakukan aksi terjun langsung ke lapangan atau melakukan kampanye putih (white campaign) untuk melakukan pengawasan peredaran barang-barang hasil perdagangan bebas (FTA) agar tidak lepas kontrol. Ini juga dilakukan untuk menghadapi FTA menekan banyaknya produk asing yang masuk ke Indonesia.

Demikian disampaikan Deputi Menko Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan Edy Putra Irawadi, saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (28/12/2009). "Perlindungan itu kan bisa dengan white campaign untuk melakukan suatu pengawasan peredaran pasar," katanya.

Dia mencontohkan, kegiatan kampanye ini akan dilakukan dengan melihat produk-produk tersebut untuk memastikan tanggal kedaluwarsa, kemudian dilihat juga penggunaan bahasa Indonesia dalam produk asal China tersebut. "Dilihat juga apakah elektroniknya tidak sesuai dengan standar. Apakah dia pemasoknya tidak halal dan sebagainya," tuturnya.

Saat ini, pihaknya telah membentuk tim pengawasan untuk produk-produk hasil impor ini. Rencananya, tim ini akan diperkuat tahun 2010 mendatang.