Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 09:37 WIB
Penyehatan PLN Butuh Rp 30 Triliun
| tof | Selasa, 29 Desember 2009 | 06:19 WIB
|
Share:

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Petugas PLN mengganti travo yang rusak di Simpang Anam, Pondo Kopi, Kota Padang, Sumatra Barat, Sabtu (10/10/09). Perbaikan ini untuk memulihan pasokan listrik di Kota Padang yang sempat terganggu selama gempa.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Biaya untuk menyehatkan keuangan PT Perusahaan Listrik Negara Rp 30 triliun. Apabila biaya penyehatan itu dapat terpenuhi, tidak perlu ada kenaikan tarif dasar listrik, setidaknya sampai akhir Januari 2010.

Menurut Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, Senin (28/12), pemerintah lebih memilih melakukan langkah penyehatan keuangan PLN daripada menaikkan tarif dasar listrik.

Menurut Hatta, dari kebutuhan dana sebesar Rp 30 triliun tersebut, Rp 10 triliun di antaranya dari APBN 2010. Adapun sisanya, Rp 20 triliun, harus dicari sendiri oleh PLN.

Hatta optimistis, PLN sanggup menutup kebutuhan dana Rp 20 triliun itu setelah mendapatkan fasilitas berupa kenaikan margin dari penjualan setiap kilowatthour, yakni dari 5 persen menjadi 8 persen.

Dengan kenaikan margin, PLN diharapkan mendapatkan tambahan kapasitas meminjam dana (borrowing capacity) sehingga seluruh kebutuhan pembiayaan Rp 20 triliun tersebut bisa terpenuhi. ”Sisa kekurangan Rp 10 triliun akan kami masukkan dari APBN, entah bagaimana caranya. Kemungkinan dengan menggunakan dividen dari PLN sendiri. Ini sudah kami bicarakan dengan Menteri Keuangan,” ujar Hatta.

Subsidi meningkat

Hatta mengakui, apabila tidak ada kenaikan tarif dasar, subsidi listrik akan meningkat dari yang ditargetkan dalam APBN 2010, yaitu Rp 37,8 triliun. Adapun subsidi listrik pada APBN Perubahan 2009 sebanyak Rp 47,5 triliun. ”Tentunya tetap akan ada subsidi dan dengan kenaikan margin akan ada beban ke APBN. Namun, ini akan menyehatkan korporasi,” ujar Hatta.

Dengan penyehatan keuangan, lanjut Hatta, pada masa mendatang diharapkan tidak ada lagi ketergantungan PLN terhadap anggaran dari APBN. ”Karena dengan aksi korporasi saja, dia sudah bisa mengatasi masalahnya,” kata Menko Perekonomian,

Dengan penyehatan keuangan PLN, Hatta menargetkan tidak ada lagi pemadaman listrik di seluruh Indonesia pada 2010. Semua persiapan untuk itu harus selesai dalam 10 bulan ke depan.

”Dengan demikian, pada tahun 2010, byarpet (pemadaman) sudah bisa kami hentikan semua. Dan, kendala yang disebabkan oleh masalah pembangkit yang kurang memadai dan jaringan yang kurang kami selesaikan. Penyelesaian jangan dilakukan sepotong-sepotong, misalkan hanya dengan menaikkan tarif dasar listrik. Kami ingin keseluruhan. Jadi, pada awal Januari tarif dasar listrik tidak akan dinaikkan,” ujarnya. (OIN)

 

Sumber :
Kompas Cetak