Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 09:43 WIB
FTA Diterapkan, Impor Melonjak
Wahyu Satriani Ari Wulan | Edj | Selasa, 29 Desember 2009 | 14:16 WIB
|
Share:

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
Untuk bertahan dalam pemasaran, industri rumahan sepatu kulit Cibaduyut milik Pepep di Kampung Blok Lumbung, Cibaduyut Lama, Bandung, Jawa Barat, mengandalkan inovasi dalam desain dan model produksinya. Semenjak gempuran produk impor dari China merebak di pasaran Indonesia, industri rumahan sepatu kulit Cibaduyut menjadi terpuruk di pasaran negeri sendiri.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Penerapan perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) yang bakal diberlakukan mulai awal 2010 nanti dinilai tidak membawa keuntungan bagi perekonomian Indonesia. Diperkirakan, angka impor Indonesia akan membengkak mencapai 104,038 miliar dollar AS dibandingkan tahun ini yang hanya 68,6 miliar dollar AS. 

"Kemungkinan (nilai) impor kita akan melonjak sekitar itu dengan hentakan impor," ujar Agus Eko Nugroho, Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2E-LIPI), saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Selasa (29/12/2009).

Sementara itu, pengamat ekonomi dari LIPI, Latif Adam, mengatakan, penerapan FTA dipastikan akan mengancam industri dalam negeri. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan LIPI menunjukkan, sekitar 60 persen produk China masuk dalam kategori barang substitusi dengan produk Indonesia. Padahal, produk China terbilang lebih unggul dibandingkan produk Indonesia karena memiliki harga yang murah. Dikhawatirkan, industri dalam negeri tidak sanggup bersaing jika FTA mulai diberlakukan.

"Penelitian kita menunjukkan, produk China masuk kategori substitusi bukan komplementer," tuturnya.

Dia menilai, Indonesia belum siap menghadapi perjanjian FTA. Padahal, penandatanganan perjanjian ini telah dilakukan sejak tahun 2001 lalu. Namun, hingga kini pemerintah belum melakukan persiapan yang matang untuk menghadapi FTA. "Ini sudah lama, tetapi persoalannya tidak ada persiapan yang matang," tandasnya.