Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 10:03 WIB
YLKI: Hadapi FTA, Pemerintah Harus Tingkatkan Daya Beli
Icha | ksp | Senin, 4 Januari 2010 | 15:51 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Menghadapi perdagangan bebas atau FTA-ASEAN China, pemerintah seharusnya meningkatkan daya beli masyarakat agar konsumen tidak hanya membeli berdasarkan murah atau mahalnya suatu barang.

Demikian Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Huzna Zahir saat ditemui di Kantor YLKI, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (4/1/2010).

"Orang kita masih sensitif harga, itu masih jadi pertimbangan utama. Sisi kualitas kita buta, enggak cuma untuk tekstil saja," ujar Huzna.

Meningkatkan daya beli konsumen dapat dilakukan dengan sosialisasi dan edukasi yang akhirnya mengubah pola pikir konsumen bahwa sebenarnya konsumen memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat. "Itu memang sulit ya, harus pelan-pelan," imbuh Huzna.

Huzna juga menyampaikan bahwa seharusnya pemerintah tidak hanya menyenangkan konsumen dengan memberi keuntungan jangka pendek seperti banyaknya pilihan produk dan harga murah. Menurut Huzna, pemerintah juga memiliki PR untuk membuat konsumen memikirkan jangka panjang menggunakan produk luar negeri yang akan dengan mudah masuk ke Indonesia akibat kebijakan FTA.