JAKARTA, KOMPAS.com — Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Senin (4/1/2010) sore, menguat hingga di bawah angka Rp 9.400 per dollar AS karena pelaku pasar membeli rupiah akibat sentimen positif dari pasar modal yang pada perdagangan pertama 2010 dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Nilai tukar rupiah terhadap dollar naik menjadi Rp 9.335-Rp 9.345 per dollar dari sebelumnya Rp 9.420-Rp 9.430 atau naik 85 poin.
Pengamat pasar uang, Edwin Sinaga, di Jakarta, Senin, mengatakan, sentimen positif yang terjadi sejak sesi pagi berlanjut hingga sore sehingga posisi rupiah masih berada di bawah angka Rp 9.400 per dollar AS.
"Rupiah kemungkinan akan bisa mencapai angka Rp 9.300 per dollar, apabila sentimen positif pada hari berikutnya berlanjut," katanya.
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi global yang membaik yang mendorong ekonomi nasional tumbuh 5,5 persen merupakan faktor utama yang mendorong investor asing tetap bermain di pasar domestik sehingga memicu rupiah berlanjut menguat. "Kami optimis rupiah kalau tidak ada hambatan akan dapat mencapai angka Rp 9.000 per dollar pada periode pertama 2010," ucapnya.
Faktor yang mendorong menguat rupiah, lanjut dia, karena investor asing cenderung melakukan investasi di dalam negeri ketimbang negara Asia lainnya, akibat keuntungan yang diperoleh lebih besar. "Namun, kenaikan rupiah diharapkan tidak terlalu karena dikhawatirkan akan mudah melemah," ujarnya.
Ia mengatakan, rupiah untuk mencapai angka Rp 9.000 per dollar AS tidaklah mudah, banyak hambatan yang akan menghadangnya seperti Bank Indonesia (BI) yang kurang menyetujui kenaikan rupiah lebih cepat. "BI juga mempunyai kepentingan terhadap dollar. Karena itu, upaya kenaikan rupiah lebih jauh kemungkinan agak berat," katanya.
Edwin Sinaga yang juga Dirut Finan Corpindo Nusa mengatakan, pasar kemungkinan masih positif sehingga rupiah berpeluang untuk naik, meski kenaikan tidak sebesar yang terjadi saat ini. "Namun, posisi rupiah pada level akan dapat menembus angka Rp 9.300 per dollar AS," ucapnya.

