JAKARTA, KOMPAS.com — Dengan adanya kebijakan perdagangan bebas atau FTA-ASEAN China, beragam produk dari luar akan lebih mudah masuk ke Indonesia. Hal tersebut juga membuka kemungkinan produk yang tidak aman seperti mainan anak yang tak aman, makan an, dan lainnya mudah masuk.
Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Huzna Zahir berpendapat, pemerintah harus melindungi konsumen dengan mencegah masuknya produk yang tak aman. "Keamanan itu mutlak. Negara berhak memeriksa untuk melindungi masyarakat. Pencegahan jangan sampai produk tak aman masuk," ujar Huzna Zahir saat ditemui di Kantor YLKI, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (4/1/2010).
Menurut Huzna, selama ini tidak ada aturan atau standar wajib yang ditetapkan agar setiap produsen memerhatikan keamanan konsumen. "Enggak ada yang atur. Standar tidak diterapkan wajib, padahal untuk urusan keamanan bukan masalah wajib atau tidak," katanya.
Sering kali konsumen dirugikan dengan produk yang tak aman seperti makan an dan obat-obatan yang mengandung zat berbahaya, atau mainan anak-anak seperti kubus yang berujung tajam.

