Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 10:20 WIB
Pengamat: FTA Lebih Banyak Untungnya
Wahyu Satriani Ari Wulan | Edj | Rabu, 6 Januari 2010 | 19:06 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Penerapan kebijakan perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) ASEAN-China berpotensi mendorong pertumbuhan ekspor Indonesia hingga 50 persen dalam 3 hingga 4 tahun mendatang.

Demikian disampaikan Kepala Riset Danareksa Purbaya Yudi Sadewa, kepada Kompas.com, Jakarta, Rabu (6/1/2010). "FTA ini lebih banyak benefit-nya dibandingkan kerugiannya," kata Purbaya.

Menurutnya, ada banyak produk unggulan dalam negeri yang berpotensi besar menembus pasar ASEAN dan China. Bahkan, produk-produk unggulan ini juga mampu menembus pasar Eropa dan Amerika serta mencatatkan kenaikan nilai ekspor.

Dia merinci, produk-produk tersebut di antaranya karet, batu bara, gas, bahan baku logam mineral mentah, tekstil, kertas, dan minyak sawit atau crude palm oil (CPO). "Produk-produk seperti CPO itu kan penetrasi pasar kita ke China cukup besar. Jadi berpeluang besar," tuturnya.

Dalam satu tahun ini, menurutnya, dampak penerapan FTA ASEAN-China tidak akan terlalu parah.