Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 10:21 WIB
Kenya Gagal Deportasi Ulama Radikal Jamaika
Taufiq Zuhdi | tof | Kamis, 7 Januari 2010 | 00:59 WIB
|
Share:

NAIROBI, KOMPAS.com - Otoritas Kenya gagal mendeportasi seorang ulama Jamaika yang berada di daftar pantauan teror internasional dan bertugas empat tahun di penjara Inggris karena menghasut kebencian rasial. Abdullah al Faisal (45), nama tokoh itu, akan dikirim ke negeri tetangga Tanzania, namun Dar es Salaam menolak hingga imam kontroversial itu dikirim kembali ke bandara internasional Nairobi .

"Dia diantar kembali ke Nairobi dan saat ini berada di Bandara Internasional Jomo Kenyatta. Tanzania telah menolak untuk menerima dia dan sekerang kami masih merenungkan langkah selanjutnya, " kata pejabat polisi yang tak ingin disebut namanya.

Jurubicara kepolisian nasional Erick Kiraithe sebelumnya menyatakan, Faisal telah meninggalkan Kenya. "Sebelumnya memang ada masalah saat mendeportasi dia, tetapi kami akhirnya berhasil membawanya keluar dari negara. Dia menuju ke Jamaika, " kata Kiraithe.

Faisal ditangkap pekan lalu tak lama setelah menghadiri shalat di sebuah masjid di kota pesisir Mombasa. Polisi dan pejabat imigrasi mengatakan, ia ditangkap karena melanggar peraturan imigrasi. Pada tahun 2003, Faisal pernah ditangkap di Inggris setelah menghabiskan bertahun-tahun menceramahi pendengarnya untuk membunuh orang-orang Yahudi, Hindu, dan Barat.

"Sebelumnya memang ada masalah saat mendeportasi dia, tetapi kami akhirnya berhasil membawanya keluar dari negara. Dia menuju ke Jamaika, " kata Kiraithe.
Sumber :
AFP