Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 23:50 WIB
Hot Money Deras, Rupiah Menguat
| Edj | Kamis, 7 Januari 2010 | 15:49 WIB
|
Share:

Kompas/Riza Fathoni
Karyawan di penukaran valuta asing di Kawasan Niaga Terpadu Sudirman, Jakarta, menghitung lembaran uang dollar AS, Kamis (15/10).

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Kamis (7/1/2010) sore masih menguat di posisi Rp 9.245 per dollar AS, namun kenaikannya sedikit turun dibanding pagi, karena pelaku pasar menjelang penutupan mengurangi kegiatan.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar naik menjadi Rp 9.227-Rp 9.237 per dollar dibanding penutupan hari sebelumnya Rp 9.245-Rp 9.255 atau naik 18 poin.

Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk, Kostaman Thayib di Jakarta, Kamis mengatakan, rupiah masih berpeluang untuk naik lagi, karena ’hot money’ yang masuk ke pasar uang masih tetap tinggi. "Besarnya ’hot money’ asing itu tertahan oleh intervensi Bank Indonesia (BI) menahan lajunya rupiah lebih lanjut," katanya.

Rupiah, menurut dia kemungkinan akan dapat mencapai angka Rp 9.000 per dollar, namun tidak akan bertahan lama, karena pelaku pasar akan kembali melepasnya. "Rupiah di posisi itu tidak akan bertahan lama hanya sesaat, namun pencapaian rupiah di level Rp 9.000 akan cukup berarti," katanya.

BI sendiri, lanjut dia mengakui bahwa kenaikan rupiah dalam dua tiga hari terakhir memang di atas normal. "Hal ini terjadi karena arus masuk modal asing ke pasar uang cukup besar," katanya.

Meski demikian, lanjut dia BI kemungkinan sudah mempersiapkan diri untuk terus masuk pasar, sehingga tekanan positif terhadap rupiah berkurang. "Pasar Indonesia yang cukup baik merupakan faktor yang juga menarik bagi asing untuk tetap bermain di pasar uang," katanya.

Sumber :
ANT