Jumat, 28 November 2014

/ Regional

Harga Beras di Bandung Makin Meroket

Kamis, 7 Januari 2010 | 21:25 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com  - Harga komoditas beras untuk semua jenis di Kota Bandung dan sekitarnya semakin meroket. Kenaikan harga berkisar Rp 800 - Rp 1.000 per kilogram, baik beras jenis medium maupun premium. Pasokan di tingkat pedagang grosir kian menipis karena lebih banyak terserap ke para pedagang di Jakarta yang berani menawarkan harga lebih tinggi.

Grosir beras PD Sukapura di Pasar Kosambi, Eddy Sudirman, Kamis (7/1/10) di Bandung, mengatakan, pada kondisi normal, pasokan beras di gudangnya bisa mencapai 100 ton per bulan. Namun, saat ini, dia hanya mendapatkan beras maksimal sebanyak lima ton per bulan.

"Stok beras di tingkat petani memang sudah tidak ada. Di penggilingan, kami harus bersaing dengan para pedagang dari pasar Induk Cipinang yang mau membeli beras dengan harga yang jauh lebih mahal," ungkapnya.

Eddy mencontohkan, untuk beras Jembarwangi yang biasa dijual kepada pedagang seharga Rp 6.500, ditawar oleh pedagang Pasar Induk Cipinang Rp 7.300 per kg. Ini terjadi karena stok beras di Jakarta juga semakin menipis.

Dari pantauan ke sejumlah pasar tradisional di Kota Bandung dan sekitarnya, harga beras jenis IR64 kualitas dua dan tiga yang biasanya berkisar Rp 5.000-Rp 5.200 naik menjadi Rp 5.800-Rp 6.000 per kilogram. Adapun harga beras jenis IR 64 kualitas satu yang Oktober lalu masih berkisar Rp 5.500-Rp 6.000 per kg, melonjak menjadi Rp 6.200-Rp 6.500 per kg.

 

 


Editor : ksp