BALIKPAPAN, KOMPAS.com — Pascaterjadinya kebakaran di kilang PT Pertamina (Persero) Refinery Unit (RU) Balikpapan, Sabtu (16/1/2010) malam, fasilitas kilang lainnya tetap berfungsi. "Pascakebakaran supply BBM dari kilang Pertamina RU V tetap aman karena fasilitas kilang lainnya tetap berfungsi," kata salah satu anggota staf Hubungan Masyarakat (Humas) PT Pertamina RU V, Peti, di Balikpapan, Minggu.
Kilang Pertamina RU V Balikpapan memasok BBM untuk wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah. Lokasi tempat terjadinya kebakaran di Plant 3A, yakni Secondary Process di Pintu IV lokasi kilang Pertamina.
Peti mengungkapkan, saat terjadi kebakaran tidak ada korban jiwa dari pegawai yang bertugas di kilang saat itu. "Secondary Process di kilang Pertamina RU V fungsinya adalah mengolah residu untuk jadi produk-produk BBM," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, Polresta Balikpapan masih melakukan investigasi mengenai sebab terjadinya kebakaran. Menurut Kapolresta Balikpapan AKBP A Rafik, lokasi tempat kebakaran terjadi di dapur pembuangan gas kilang.
"Dapur pembuangan gas bagian bawahnya yang terbakar pada pukul 22.25 Wita yang terletak di pintu empat," ujarnya. Selanjutnya, gas pembuangan api yang terbakar dibuang ke tempat pembuangan gas.
"Api baru dapat dipadamkan pada pukul 23.15 oleh pihak Pertamina," lanjutnya. Rafik mengatakan, pemadaman kebakaran dilakukan oleh petugas dari Pertamina dengan menggunakan prosedur operasional standar (SOP) Pertamina.
Saat terjadi kebakaran, semua jalur Jalan Minyak di dekat kawasan kilang tidak diperkenankan untuk masyarakat umum kecuali pegawai dari Pertamina dengan menggunakan tanda pengenal dari perusahaan."Lokasi tempat terjadinya kebakaran sudah diberi garis pengaman dengan penjagaan dari Polresta Balikpapan dan Polda Kalimantan Timur," kata Rafik.
