KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Finance minister and former KSSK chief Sri Mulyani Indrawati before the Century inquiry committee, House of Rep. building, Central Jakarta, Jan. 13, 2010
JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk mengejar target penyelesaian capaian program 100 hari pemerintah, jajaran Kementerian Keuangan harus melakukan negosiasi kembali dengan Bank Pembangunan Asia atau ADB. Negosiasi dilakukan untuk dapat memenuhi persyaratan pembentukan PT Sarana Multi Infrastruktur atau SMI sebagai lembaga pendanaan bagi pembangunan proyek-proyek infrastruktur secara nasional.
Hal itu disampaikan Ketua Unit Kerja Presiden untuk Pengendalian Program Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto, saat ditanya pers, seusai rapat terbatas sosialisasi program 100 hari di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (20/1/2010).
"Belum atau tidak terbentuknya SMI karena persyaratan ADB yang sulit untuk bisa diterima. Jadi, saya kira ini yang harus dinegosiasikan kembali," tandas Kuntoro.
Menurut Kuntoro, jika sampai hari ini yang ke-80, target program 100 hari belum tercapai, diharapkan pada hari ke-100 hari target di Kementerian Keuangan bisa tercapai.
Dikatakan Kuntoro, apabila sampai hari ke-100 SMI belum terbentuk juga, maka pada hari berikutnya diharapkan SMI bisa terbentuk.
"Jadi, saya kira itu target yang statistik, akan tetapi prosesnya dinamis. Kita harapkan pada titik itu, target SMI itu bisa tercapai. Apabila tidak tercapai, ya artinya nabrak," lanjutnya.
Lebih jauh, Kuntoro mengatakan pembentukan SMI merupakan salah satu dari dua target 100 hari pemerintah yang hingga kini belum tercapai. Salah satu target adalah revitalisasi pabrik gula yang berada di bawah tanggung jawab Kementerian Perindustrian. Dalam waktu 100 hari pemerintah menetapkan 129 program.
"Revitalisasi pabrik gula belum tercapai karena perlu adanya pertemuan-pertemuan untuk mempersiapkan terbentuknya cetak birunya terlebih dulu," kata Kuntoro.
Kuntoro menegaskan, "Kalau yang ini kelihatannya tidak ada masalah. Mudah-mudahan dari yang sekarang masih merah, tidak akan merah lagi."
