Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 05:17 WIB
Kerugian BRI Masih Bisa Bertambah
Wahyu Satriani Ari Wulan | made | Kamis, 21 Januari 2010 | 18:06 WIB
|
Share:
KONTAN/Achmad fauzie Suasana transaksi di kantor cabang PT Bank rakyat indonesia (BRI) Blok M Jakarta Selatan (31/8/2009).

JAKARTA, KOMPAS.com - Potensi kerugian PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI diduga bisa bertambah terkait pembobolan dana nasabah melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Hingga siang ini, baru tercatat tiga nasabah yang menjadi korban kasus ini dengan total kerugian sebesar Rp 48,5 juta.

Mungkin juga ada di luar tiga ini, tetapi belum melaporkan.

Sekretaris Perusahaan BRI Muhammad Ali mengakui, kemungkinan besar masih ada keluhan lain terkait kehilangan dana tanpa penarikan. "Mungkin juga ada di luar tiga ini, tetapi belum melaporkan. Mungkin mereka belum melakukan transaksi, atau belum melakukan pengecekan saldo," ujarnya, saat jumpa pers di kantor pusat BRI, Kamis (21/1/2010).

Hingga kini, manajemen belum melaporkan kejahatan tersebut kepada pihak berwajib. Pasalnya, penarikan dana tersebut dilakukan oleh pelaku melalui ATM di Moskwa dan Toronto. Pihaknya juga belum dapat memastikan bahwa pelaku kejahatan ini termasuk dalam sindikat Rusia seperti yang dikabarkan selama ini.