KOMPAS IMAGES/DHONI SETYAWAN
Karyawan Bank BNI 46 tengah memasukkan kotak uang pada mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Jakarta, Selasa (7/4).
JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Mustafa Abubakar mengatakan, kerugian yang diderita bank swasta akibat pembobolan dana nasabah melalui anjungan tunai mandiri (ATM) lebih besar daripada kerugian bank-bank pemerintah.
"Angka kerugian persisnya belum saya terima. Tetapi, bank swasta rugi lebih besar," kata Mustafa, Jumat (22/1/2010), seusai menyaksikan penandatanganan kerja sama antara PT Telekomunikasi Indonesia dan Lapan di Jakarta.
Mustafa mempersilakan kepolisian untuk proaktif mengusut kejahatan ini, bekerja sama dengan bank-bank BUMN. "Sebelum saya kasih arahan ke BNI, BRI, dan Bank Mandiri, bank-bank itu bahkan sudah proakti mencoba menyelesaikan masalah ini," katanya.
Data sementara dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menunjukkan, ada potensi kerugian sebesar Rp 48,5 juta dari pembobolan terhadap rekening tiga nasabah. Sementara PT Bank Central Asia Tbk menduga, terjadi pembobolan terhadap dana nasabah hingga sekitar Rp 5 miliar.
