Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 05:25 WIB
Dua Miliar Dollar AS Mengalir Masuk
Orin Basuki | tof | Minggu, 24 Januari 2010 | 19:26 WIB
|
Share:

Kompas/Riza Fathoni
Petugas menghitung mata uang dollar AS di gerai pertukaran valuta asing di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (7/10). Kurs dollar AS ditutup pada level Rp 9.555 atau melemah dibandingkan dengan penutupan kurs sehari sebelumnya, yaitu Rp 9.570.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Dana tunai dalam bentuk valuta asing senilai 2 miliar dollar AS mengalir masuk ke rekening Bendahara Umum Negara atau BUN, nama jabatan lain dari menteri keuangan, di Bank Indonesia atau BI. Ini adalah dana yang berasal dari hasil penerbitan obligasi Negara berdenominasi dollar AS atau global bond yang dilakukan pemerintah pada awal Januari 2010 ini.

"Dananya sudah masuk ke rekening kami di Bank Indonesia, Kamis (21/1) lalu, " ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Utang, Kementerian Keuangan, Rahmat Waluyanto di Jakarta, Minggu (24/1).

Masuknya dana tersebut dengan sendirinya akan menambah cadangan devisa Indonesia di BI. Namun, pada saat yang sama, masuknya dana tersebut juga menambah jumlah nominal surat utang negara yang diterbitkan pemerintah sejak tahun 1997 hingga mendekati Rp 1.000 triliun saat ini, tepatnya Rp 998,154 triliun.

Itu adalah data yang tercatat di Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Kementerian Keuangan, per 20 Januari 2010.

Obligasi negara atau resmi disebut sebagai Surat Berharga Negara (SBN) yang terbesar adalah obligasi yang diperdagangkan di pasar obligasi, yakni mencapai Rp 743,6 triliun. Itu termasuk Surat Utang Negara (SUN) berbunga tetap sebesar Rp 399,9 triliun.

Setelah itu, ada SUN dengan bunga mengambang ( variable rate) yang nilainya sudah mencapai Rp 143,3 triliun; kemudian obligasi tanpa bunga ( zero coupon bond) sebesar Rp 28,986 triliun. Adapun obligasi yang diterbitkan dengan denominasi dollar AS hingga saat ini sudah mencapai Rp 150,255 triliun.

Pemerintah juga sudah menerbitkan Samurai Bond atau obligasi yang hanya diterbitkan dalam denominasi yen dan hanya diterbitkan di pasar obligasi Jepang, yang saat ini sudah mencapai Rp 3,561 triliun. Surat utang jenis lain yang sudah diterbitkan pemerintah adalah obligasi berbasis syariah atau sukuk yang saat ini sudah mencapai Rp 17,561 triliun.

Selain obligasi yang beredar di pasar modal, pemerintah juga masih menanggung beban obligasi yang tidak diperdagangkan, yakni surat-surat utang yang diterbitkan seusai krisis 1997. Total nilai surat utang ini mencapai Rp 254,56 triliun.