JAKARTA, KOMPAS.com - Mulai dari Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2009/2010, mata pelajaran kompetensi keahlian teori kejuruan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diujikan di UN utama. Sebelumnya, mata uji teori kejuruan hanya merupakan prasyarat sebelum mengikuti ujian praktik.
Ujian praktik kejuruan,-- sebelum UN utama, dilakukan di masing-masing sekolah dipandu oleh mitra industri. Ujian praktik kejuruan termasuk dalam mata uji UN dan sebagai pembagi rata-rata nilai UN keseluruhan.
"Nilai minimal lulus untuk ujian praktik kejuruan adalah 7,00," kata Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kementerian Pendidikan Nasional, Joko Sutrisno, Selasa (26/1/2010), di Jakarta.
Beban siswa SMK akan menjadi lebih berat jika dibandingkan dengan siswa SMA, karena siswa harus menyelesaikan lima mata ujian UN utama yakni mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Teori Kejuruan, serta Praktik Kejuruan.
"Total mata uji untuk SMK ada lima," kata Joko.
Peserta UN dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN dengan nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran, dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya. Khusus untuk SMK, nilai ujian praktik kejuruan minimal 7,00 dan digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN.
Ujian praktik kejuruan yang dilaksanakan sebelum ujian teori diharapkan bisa terlaksana pada 15 Februari 2010. Berbeda dengan ujian praktik sebelumnya, yang dilakukan berkelompok, kini ujian praktik dilakukan secara individu. Tidak ada lagi ujian kelompok.
"Ini untuk memastikan betul anak ini bisa benar-benar bekerja," kata Joko.
Tidak lanjut
Sesuai program kerja 100 hari, pendidikan diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, sehingga ujian praktik menjadi penting agar SMK mampu menghasilkan lulusan yang mampu berwirausaha, kerja mandiri atau siap diserap industri atau pasar kerja lainnya.
Joko mengatakan rata-rata hanya ada 10 persen (sekitar 80-90 ribu lulusan setiap tahun) lulusan SMK yang melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi. Lulusan SMK pada tahun 2009 mencapai 891.184 orang dan untuk tahun 2010 diproyeksikan jumlah yang lulus mencapai 1.087.098 orang dengan proyeksi yang diserap oleh pasar kerja sekitar 50 persen (543.549 orang).
"Kalau tahun ini daya serap lulusan ke pasar kerja baru 50 persen maka tiap tahun diharapkan ada kenaikan 5 persen sehingga pada 2014 lulusan SMK bisa terserap 70 persen ke dunia kerja," kata Joko.

