JAKARTA, KOMPAS.com - Surat berharga negara atau SBN diserap oleh pelaku pasar modal sebesar Rp 5,45 triliun. Adapun penawaran yang masuk dalam lelang empat seri SBN tersebut adalah Rp 10,876 triliun atau terjadi kelebihan penawaran terhadap jumlah obligasi yang dimenangkan sebesar 1,99 kali.
Demikian siaran pers yang dipublikasikan Kepala Biro Humas, Kementerian Keuangan, Harry Z Soeratin di Jakarta, Selasa (26/1/2010) petang.
Empat seri SBN yang diterbitkan itu adalah Surat Perbendaharaan Negara (SPN) seri SPN20110113, lalu SUN (Surat Utang Negara) seri FR0031, FR0040, dan seri FR0050. Keempat seri tersebut masing-masing diserap pasar sebesar Rp 1,05 triliun, Rp 1,9 triliun, Rp 1,05 triliun dan Rp 1,45 triliun.
Hasil lelang SBN ini menambah jumlah surat utang negara yang sudah diterbitkan pemerintah sejak tahun 1998 menjadi Rp 1.005,298 triliun. Jumlah ini nyaris setara pagu anggaran belanja negara dalam APBN 2010 yang ditetapkan Rp 1.047 triliun.


