Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 05:45 WIB
Bank Sentral Dunia Hentikan Pinjaman Darurat
| Edj | Kamis, 28 Januari 2010 | 09:25 WIB
|
Share:

NEW YORK, KOMPAS.com — Bank-bank sentral utama di seluruh dunia pada Rabu (27/1/2010) waktu setempat menyatakan akan menghentikan pinjaman darurat dollar AS yang dilakukan selama krisis keuangan, mencerminkan tumbuhnya kepercayaan sistem keuangan kembali sehat.
    
Keputusan yang diumumkan dalam pernyataan terkoordinasi itu merupakan sebuah tonggak penting dalam krisis keuangan global dan menandai  pencabutan terpadu pertama dukungan luar biasa dari bank-bank sentral untuk pasar keuangan.

The European Central Bank (Bank Sentral Eropa), Bank of England (Bank Sentral Inggris), Bank of Jepang (Bank Sentral Jepang), Swiss National Bank (Bank Sentral Swiss), serta bank-bank sentral dari Kanada, Australia, Brasil, dan Swedia mengatakan, mereka akan membiarkan pengaturan swap dollar AS mereka  dengan Federal Reserve yang berakhir pada 1 Februari.

Permintaan untuk swap dollar melalui Federal Reserve, memberikan miliaran dollar kepada perusahaan-perusahaan keuangan luar negeri melalui bank-bank sentral asing, telah jatuh secara dramatis karena kondisi pasar di seluruh dunia membaik.  "Saluran-saluran ini, yang didirikan untuk melawan tekanan pasar pendanaan global, tidak lagi diperlukan mengingat perbaikan terlihat dalam fungsi pasar keuangan tahun lalu," demikian pernyataan Bank Sentral Eropa.
    
"Bank-bank sentral akan terus bekerja sama sebagaimana diperlukan."
    
Pernyataan bank-bank sentral bertepatan dengan pernyataan kebijakan Fed menyusul penutupan pertemuan dua hari pada Januari di mana dikatakan swap akan berakhir seperti yang direncanakan pada 1 Februari.

Panel  pengaturan kebijakan Fed membuka saluran swap dengan Bank Sentral Eropa dan Bank Nasional Swiss pada Desember 2007. Ketika krisis keuangan memburuk, Fed juga menetapkan saluran swap dengan bank sentral dari Jepang, Inggris, Kanada, Australia, Swedia, Norwegia, Denmark, Brasil, Meksiko, Korea Selatan, dan Singapura untuk meringankan kekurangan dana dollar AS.

Dengan kepercayaan di pasar keuangan dalam pasokan pendek di puncak krisis,  pasar uang jangka pendek membeku. Banyak bank dan investor asing yang bergantung pada pasar uang untuk meminjam dollar AS guna mendanai aset dollar AS mereka menemukan sendiri dollar jangka pendek yang diperlukan untuk membiayai kepemilikannya.

Melalui swap mata uang, Fed menawarkan dollar AS kepada bank-bank sentral asing sebagai ganti mata uang mereka. Bank-bank sentral asing kemudian meminjamkan dollar kepada bank dalam pasar domestik, yang memungkinkan perusahaan mengakses dollar pada suatu waktu  ketika  saluran pembiayaan normal telah ditutup.

Sumber :
ANT, REUTERS