JAKARTA, KOMPAS.com — Dana asing terus berhamburan keluar dari Bursa Efek Indonesia. Sepekan terakhir, dana asing yang terbang dari lantai bursa mencapai Rp 2,24 triliun.
Para analis menilai, langkah Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan China yang membuat likuiditas di pasar saham menjadi terbatas bermuara pada kaburnya dana asing dari bursa negara emerging market, termasuk Indonesia. Buktinya, dalam empat hari terakhir, indeks beberapa bursa emerging market, termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), rontok.
Menurut Kepala Riset Recapital Securities Poltak Hotradero, investor semakin ragu menempatkan dananya di bursa lantaran beberapa bank sentral negara maju berencana menghentikan program Quantitative Earning (QE). QE adalah mengambil alih fungsi perbankan sebagai penyokong modal, dengan cara membeli efek utang maupun ekuitas perusahaan swasta.
Bank sentral berniat menghentikan QE untuk normalisasi suku bunga guna meredam lonjakan inflasi. European Central Bank sudah lebih dulu mengambil langkah itu. Bank of England dan The Fed bakal menyusul Maret dan April nanti. "Aksi jual asing bakal lebih hebat lagi mendekati April 2010," ujar Poltak.
Namun, dia tak bisa memperkirakan seberapa besar guncangan yang bakal dialami bursa saham akibat rencana tersebut. Sebab, ini baru pertama kali diterapkan.
Meski hengkang dari bursa saham, dana asing justru bertambah di pasar obligasi. Data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan menunjukkan, kepemilikan asing di Surat Utang Negara (SUN) meningkat dari Rp 108 triliun pada akhir Desember 2009 menjadi Rp 113,89 triliun pada 22 Januari lalu. Dua hari lalu, 30 persen dari penawaran lelang SUN yang masuk sebesar Rp 10,88 triliun berasal dari asing.
Nico OmerJonckheere, Wakil Presiden Riset dan Analisis Valbury Asia Securities, menilai, hal tersebut terjadi bukan karena adanya peralihan dana dari pasar saham. "Obligasi juga bakal tertekan seiring dengan kenaikan suku bunga. Sebaiknya investor bertahan di saham atau keluar sejenak menyimpan dana tunai," ujarnya. (Kontan/Ade Jun Panjaitan)

