Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 05:58 WIB
Habibie Terima Gelar Honoris Causa
Caroline Damanik | acandra | Sabtu, 30 Januari 2010 | 09:41 WIB
|
Share:
PRIYOMBODO/HARIAN KOMPAS
Mantan Presiden BJ Habibie
Foto:

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Presiden BJ Habibie menerima gelar doktor kehormatan atau Doctor Honoris Causa dari Universitas Indonesia (UI) dalam bidang filsafat teknologi.

Pemberian gelar dilakukan Rektor UI Prof Dr der Soz Gumilar Rusliwa Somantri di Balairung UI, Sabtu (30/1/2010), bersamaan dengan upacara wisuda program profesi, spesialis, magister, dan doktor UI.

Dalam pidatonya, Gumilar mengatakan, Presiden ketiga RI ini pantas memperoleh gelar ini karena rekam jejaknya sebagai teknokrat yang mempertimbangkan etis dan budaya dalam mengembangkan teknologi. Arahnya pun adalah untuk kemajuan bangsa dan negara.

"Beliau ingatkan kita betapa penting pertimbangan etis dari penerapan teknologi terkait dampaknya terhadap kehidupan masyarakat," tutur Gumilar.

Gumilar menekankan langkah Habibie dalam melakukan lompatan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), misalnya dalam industri dirgantara, perkapalan, informasi dan teknologi, serta nuklir tidak boleh mengorbankan kebudayaan. Filosofi teknologi berbasis budaya ini, menurut Gumilar, patut diacungi jempol.

Gumilar juga mencatat tiga hal yang menjadi refleksi pengembangan teknologi Habibie, yaitu bahwa teknologi tidak bebas nilai, teknologi tidak boleh tercerabut dari kebudayaan, serta infrastruktur etis harus disiapkan bagi teknologi.

"Beliau menegaskan bahwa bebas nilai teknologi malah membuatnya seolah kebal dari pertimbangan etis. Kebudayaan dan IPTEK tidak saling meniadakan tapi saling melengkapi. Kuncinya bahwa IPTEK berakar pada kebudayaan," tandasnya.

Dalam acara ini Habibie akan membacakan sekapur sirihnya tentang filsafat dan teknologi di depan wisudawan, para guru besar, dan sejumlah tamu seperti Rektor Universitas Teknologi Malaysia Prof Dato' Ir Dr Zaini Ujang, sedangkan Mendiknas M Nuh yang dijadwalkan hadir tidak dapat datang.