Jumat, 25 Juli 2014

/ Megapolitan

Industri Pengolahan Ikan Muara Angke Terancam Lesu

Minggu, 31 Januari 2010 | 12:41 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com - Minimnya sarana air bersih di kawasan Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, kian mengancam industri pengolahan ikan. Pasokan air bersih di kawasan pelabuhan itu tersendat, dan kualitas air cenderung keruh dan berbau.

Kepala UPT Pelabuhan Muara Angke, Sutrisno, mengemukakan hal itu, di Jakarta, Minggu (31/1/2010). Hambatan pasokan air bersih di kawasan itu sudah berlangsung hampir enam bulan. Sarana air di kawasan itu selama ini dipasok oleh PT Perusahaan Air Minum (PAM) Palyja.

Pasokan air bersih, ujar Sutrisno, merupakan sarana vital untuk proses produksi di industri pengolahan ikan maupun kapal-kapal yang mendarat di pelabuhan. Di Pelabuhan Muara Angke terdapat sembilan industri pengolahan ikan. Total kebutuhan air bersih mencapai 900-1.000 meter kubik per hari.

Direktur PT KMC Indonesia, Ady Surya, mengatakan, industri pengolahan ikan itu membutuhkan air bersih untuk proses pembekuan, pencucian ikan, dan alat-alat produksi. Penggunaan air keruh untuk proses pengolahan ikan hanya akan memicu penurunan kualitas, dan kandungan residu dalam produk olahan.

Industri pengolahan kini terpaksa mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli air bersih eceran. Air eceran itu dijual seharga Rp 240.000 per tangki berisi 5.000 liter. Hal itu mendongkrak biaya produksi.

"Jika hambatan sarana air bersih terus dibiarkan, cepat atau lambat industri pengolahan terancam sulit bersaing di tingkat ekspor," ujar Ady.

Sutrisno mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat kepada PT PAM Palyja untuk mengatasi masalah air bersih. Persoalan itu juga sudah dilaporkan ke Menteri Kelautan dan Perikanan.

Dalam rapat koordinasi Menteri Kelautan dan Perikanan bersama Menteri Pekerjaan Umum, Jumat, disepakati harmonisasi infrastruktur perikanan. Kedua kementerian berencana menyusunan nota kesepakatan (MoU) untuk membangun infrastruktur perikanan, terutama infrastruktur perikanan budidaya, serta Pelabuhan Muara Angke dan Muara Baru. Penyediaan sarana itu mencakup air bersih dan jalan.


Editor : wah