JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan Anggito Abimanyu megatakan penggelontoran stimulus fiskal sebesar Rp 73,3 triliun pada tahun lalu terbukti mampu menyelamatkan ekonomi Indonesia dari dampak krisis ekonomi global. Menurutnya, bila pemerintah tidak menerapakan stimulus maka pertumbuhan ekonomi tahun 2009 hanya akan mencapai 2,9 persen.
"Karena kita gulirkan stimulus fiskal maka pertumbuhan ekonomi mencapai 4,3 persen. Coba kalau tidak tanpa stimulus, ekonomi hanya tumbuh 2,9 persen. Jika waktu itu DPR tidak setuju stimulus maka perekonomian bisa memburuk," ungkap Anggito, saat rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (1/2/2010).
Ia menjelaskan, penerapan stimulus ini baru terasa dampaknya pada kuartal keempat. Untuk pemberian stimulus yang paling terasa dampaknya adalah belanja stimulus infrastruktur. "Sayangnya, dampaknya terjadi pada kuartal keempat, padahal krisis pada waktu kuartal pertama dan kedua. Dampak yang paling besar itu adalah, belanja tetapi dari segi efektifitasnya adalah keringanan pajak karena dia langsung berlaku," jelasnya.
Dalam perjalananya, implementasi stimulus fiskal ini tidak begitu diminati. Penyerapan stimulus infrastruktur pun masih tersendat-sendat.

