SINGAPURA, KOMPAS.com - Maskapai penerbangan pelat merah PT Garuda Indonesia menargetkan bisa meraup dana segar 200 juta dollar AS hingga 300 juta dollar AS dari pelaksanaan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Garuda akan menunjuk penjamin emisi IPO-nya pada minggu-minggu ini.
Emirsyah Satar, Direktur Utama Garuda Indonesia, mengatakan dana hasil IPO akan digunakan untuk menambah jumlah pesawat dan mengembangkan jangkauan jaringan Garuda Indonesia. "Kami akan segera menunjuk underwriter," kata Emirsyah dalam wawancara khusus dengan Bloomberg di Singapura, Senin (1/2/2010).
Garuda akan menjadi maskapai penerbangan kedua di Asia yang menjual sahamnya dalam IPO untuk membiayai ekspansi seiring dengan pemulihan ekonomi di Asia dari resesi global.
Survei International Air Transport Association (IATA) menyebutkan bahwa tahun 2009 silam Asia mengambil alih posisi Amerika Utara sebagai pasar terbesar bagi industri penerbangan dunia. "Ada optimisme di industri penerbangan dan oleh karena itu minat sejumlah investor (untuk masuk ke industri penerbangan) mulai kembali," kata Binit Somaia, Direktur Asia Tenggara Centre fos Asia Pacific Aviation, sebuah lembaga konsultan penerbangan yang berkantor di Sidney.
Somaia bilang, saat ini belum ada tanda-tanda industri penerbangan bakal booming tetapi ia yakin yang terburuk sudah lewat.
Menurut Giovanni Bisignani, Chief Executive Officer IATA, jumlah penumpang yang menggunakan pesawat udara di Asia Pasifik tahun 2009 mencapai 647 juta penumpang, lebih banyak ketimbang jumlah penumpang di Amerika Utara yang mencapai 638 juta. CEO Giovanni Bisignani said in Singapore. Ia menambahkan, ada tambahan sekitar 217 juta penumpang yang akan terbang di 2013.
Diminati para miliarder
Pertumbuhan industri penerbangan yang begitu pesat menarik investasi dari para miliarder dunia. Sebut saja Wilbur Ross yang mendirikan maskapai penerbangan murah di India dan Richard Branson yang membuka penerbangan serupa di Malaysia.
Tiger Airways Holdings Ltd., sebuah maskapai penerbangan murah yang dimiliki oleh Singapore Airlines Ltd, bulan lalu menawarkan sahamnya ke publik lewat IPO untuk membiayai ekspansinya.
Tahun ini, Garuda akan menerima penyerahan 23 pesawat Boeing 737 dari Boeing Co. Emirsyah juga bilang, pada tahun 2014 Garuda akan membeli 90 pesawat Boeing 737. Maskapai penerbangan pelat merah ini bulan lalu mendapat persetujuan dari para pemegang obligasinya untuk merestrukturisasi utang dan memuluskan langkahnya menuju gerbang IPO. Sejatinya, rencana IPO Garuda ini sudah digagas sejak tahun 1998.
Garuda menargetkan bisa melipatgandakan jumlah armadanya menjadi 103 pesawat pada 2013, mengakuisisi perusahaan penerbangan lokal, dan terbang ke beberapa destinasi baru di Jepang, Korea Selatan, dan Eropa. (Hari Widowati/Kontan)

