Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 06:21 WIB
Rupiah Sore Menguat
Erlangga Djumena | Edj | Selasa, 2 Februari 2010 | 15:46 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Selasa (2/2/2010) sore naik hingga mendekati angka Rp 9.350 per dollar AS, karena aktifnya pelaku pasar melepas dollar setelah mengalami keuntungan yang cukup besar.
     
"Pelaku pasar saat ini cenderung melepas dollar AS dan membeli rupiah yang mendorong mata uang Indonesia menguat hingga mendekati angka Rp 9.350 per dollar AS," kata analis valas PT Bank Himpunan Saudara Tbk, Rully Nova di Jakarta, Selasa.
     
Nilai tukar rupiah terhadap dolar menguat menjadi Rp 9.356-Rp 9.366 per dollar AS dibanding penutupan hari sebelumnya Rp 9.380-Rp 9.390 atau naik 24 poin.

Rully Nova mengatakan, pelaku pasar melihat saham-saham di Wall Street  AS menguat, setelah data manufaktur AS menguat dari perkiraan sebelumnya memicu pelaku pasar asing membeli saham. "Pembelian saham di Wall Street diikuti pula oleh pelaku asing di dalam negeri yang membeli saham murah dan unggulan di pasar modal Indonesia," katanya.
     
Pembelian saham, lanjut dia kemungkinan akan berlanjut yang mendorong pasar uang, khususnya rupiah kembali menguat, sehingga posisi rupiah diperkirakan akan bisa dibawah angka Rp 9.350 per dollar AS. "Kami optimis rupiah akan dapat berada dibawah angka Rp 9.350 per dollar AS," ujarnya.
     
Menurut Rully Nova, Bank Indonesia (BI) sebelumnya diperkirakan akan masuk pasar melakukan intervensi kalau melihat makin merosotnya rupiah hingga sempat meliwati angka Rp 9.400 per dollar AS. "Namun aksi tersebut terlihat tidak jadi, karena rupiah kembali membaik yang diperkirakan akan dapat menembuh angka Rp 9.350 per dollar AS," ucapnya.
     
Ia mengatakan, rupiah dinilai aman apabila berada pada posisi antara Rp 9.300 sampai Rp 9.400 per dollar AS, namun apabila terpuruk hingga di atas Rp 9.500 per dollar AS, maka pasar uang Indonesia dilanda kerugian yang sangat besar. "Kami optimistis BI tidak akan berdiam diri akan masuk pasar melakukan intervensi agar rupiah tidak berada jauh pada kisaran Rp 9.300 sampai Rp 9.500 per

Sumber :
ANT