Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 06:21 WIB
Pengusaha Swedia Tertarik Bisnis di Indonesia
| Edj | Selasa, 2 Februari 2010 | 15:56 WIB
|
Share:

JAKARTA,KOMPAS.com - Sebanyak 35 wakil perusahaan asal Swedia menyampaikan ketertarikannya melakukan kerjasama bisnis di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Perdagangan Indonesia, Mahendra Siregar usai melakukan pertemuan dengan delegasi bisnis Swedia tersebut di Jakarta, Senin (1/2/2010).

“Sebagian dari mereka sudah ada yang punya bisnis di Indonesia, Sebagian lagi ingin menjajaki dan ingin mengenal lebih jauh,” kata Mahendra usai pertemuan.

Diantara 35 perusahaan tersebut diantaranya tertarik berbisnis dan juga melakukan investasi, namun rencana tersebut menurut Mahendra masih membutuhkan pendalaman spesifik pada isu sektoral.

Perusahaan berkunjung tersebut adalah Bombardier Transportation, BTS Asia Pacific Pte Ltd, Celemi Consulting (shanghai), Co., Ltd, Elmwood Advisors Pte Ltd, Envac Songapore Ltd, Eon Reality Pte Ltd, Getinge International Far East Pte Ltd, Volvo Construction Equipment, Windswept Pte Ltd,Swedish Export Credit Corporation, dan juga Swedish Trade Council ASEAN.

Adapun target bisnis yang dibidik oleh delegasi bisnis Swedia itu anatrara lain, infrastruktur, keuangan, perbankan, lembaga investasi, alat berat, petambangan, energy, alat transportasi seperti kereta api, dan bisnis informasi teknologi.

“Minat mereka kerjasama di Indonesia semakin tinggi karena Indonesia tahan akan krisis global ,” jelas Mahendra.

Saat ini, setidaknya sudah ada 50 perusahaan asal Swedia yang sudah menjalankan bisnis di Indonesia. Selain bertemu dengan pemerintah, pengusaha asal Swedia itu juga akan mengandekan pertemuan dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).

Martua menambahkan, perdagangan Indonesia ke Swedia mengalami defisit sejak tahun 2004 sampai dengan 2009. Untuk tahun 2009 saja, deficit Indonesia mencapai 532 juta dollar AS. Ekspor non migas Indonesia ke Swedia 130 juta dollar AS, sedangkan impor non migas dari Swedia mencapai 661 juta dollar AS.

Produk yang diimpor dari Swedia diantaranya adalah peralatan produksi untuk industri pulp dan kertas serta peralatan telekomunikasi. Sedangkan produk Indonesia yang masuk ke Swedia diantaranya adalah Crude Palm Oil (CPO) dan juga tekstil produk tekstil (TPT). (Asnil Bambani Amri/Kontan)