Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 06:22 WIB
NIM Turun, Bunga Kredit Bisa Lebih Rendah
Wahyu Satriani Ari Wulan | Edj | Selasa, 2 Februari 2010 | 19:24 WIB
|
Share:

SHUTTERSTOCK

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D Hadad menyatakan bahwa rata-rata selisih bunga kredit dengan bunga pinjaman atau Nett Interest Margin (NIM) perbankan nasional telah mengalami penurunan menjadi 6,08 persen pada akhir Januari 2010 dibandingkan Desember 2009 yang mencapai 6,23 persen. Turunnya NIM ini semakin mendorong pertumbuhan kredit yang disalurkan perbankan.

Demikian disampaikan Muliaman, saat ditemui di gedung DPR, Jakarta, Selasa (2/2/2010). 

"Sekarang NIM sudah turun dari 6,23 persen menjadi 6,08 persen per akhir Januari. Ini memberi kesempatan sektor usaha bisa semakin bergerak," kata Muliaman.

Menurutnya, penurunan ini paling banyak terjadi di bank-bank swasta. Bank swasta umumnya sudah memberikan bunga kredit yang lebih rendah pada minggu-minggu lalu. 

Meski demikian, rata-rata NIM perbankan nasional saat ini masih tergolong tinggi dibandingkan negara tetangga yang umumnya bisa berada dikisaran 3 atau 4 persen. "Kalau Indonesia dalam sejarah paling sedikit berada dikisaran 5 atau 6 persen. Itu hanya perbandingan saja," imbuhnya.

Sebelumnya, BI mengawasi NIM perbankan setelah adanya kesepakatan dengan perbankan untuk mematok bunga deposito maksimal BI Rate 150 basis poin atau delapan persen. ini dilakukan untuk menekan suku bunga kredit perbankan yang tak kunjung turun.

Kini, kata Muliaman, pihaknya belum berencana untuk menginisiasi lagi kemungkinan menggelar kesepakatan bersama dengan perbankan. "Sementara belum, nanti masih lihat perjalanannya," tandasnya.

Sender ani