Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 06:32 WIB
DPR: Anggaran "Nambah", Pertumbuhan Ekonomi Harus Naik
Wahyu Satriani Ari Wulan | Edj | Rabu, 3 Februari 2010 | 17:35 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — DPR mengusulkan agar pemerintah merevisi target pertumbuhan ekonomi dalam APBN-P 2010 yang bakal diajukan dalam beberapa waktu dekat ini setidaknya menjadi 6,2 persen. Angka ini naik dibandingkan asumsi pertumbuhan ekonomi pemerintah dalam APBN 2010 yang hanya 5,5 persen. 

Menurut Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Harry Azhar Aziz, usulan kenaikan asumsi pertumbuhan ekonomi ini seiring dengan kenaikan anggaran dalam APBN-P 2010 yang kemungkinan bakal diajukan oleh pemerintah. 

"Kalau saya berprinsip, kalau anggarannya bertambah, pertumbuhan ekonomi harus dibuat bertambah. Kalau sekarang kan 5,5 persen, bisa enggak kalau 6,2 persen? Kalau tidak ada, artinya kita membuang duit ke laut kan, enggak ada artinya," kata Harry saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/2/2010). 

Harry menuturkan, sejauh ini banyak pengamat yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5,9 persen seiring adanya pemulihan ekonomi global. Untuk itu, dia menegaskan bahwa pemerintah seharusnya bisa mematok pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi lagi.

Di sisi lain, dia memperkirakan, pemerintah bakal mengajukan perubahan asumsi harga minyak dalam APBN-P, menyusul harga minyak dunia yang terus melonjak dalam beberapa waktu ini.

"Sepanjang pengamatan saya, mungkin yang agak dominan berubah itu adalah harga minyak," ungkapnya.