JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik atau BPS memperingatkan pemerintah untuk mewaspadai kenaikan harga barang-barang dunia menyusul terjadinya perbaikan ekonomi dunia. Kepala BPS Rusman Heriawan menyatakan kenaikan harga barang ini bisa memengaruhi target tingkat inflasi yang telah dipatok pemerintah tahun ini sebesar 5 persen.
"Perbaikan ekonomi dunia akan memengaruhi harga barang-barang di dunia dan demand. Kalau demand dan supply tidak seimbang, harga-harga akan naik. Kalau itu terjadi di dunia maka akan terjadi imported inflation," jelasnya, di gedung DPR, Jakarta, Rabu ( 3/2/2010 ).
Diketahui, laju inflasi bulan Januari 2010 tercatat cukup tinggi mencapai 0,84 persen. Meski demikian, Rusman meyakini laju inflasi keseluruhan tahun ini tidak akan melonjak dan bisa mencapai 5 persen.
Selain kenaikan harga barang dunia, menurutnya, kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) dan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) juga dapat memicu kenaikan inflasi tahun ini. "Inflasi 5 persen itu kalau TDL dan BBM tidak naik serta harga barang-barang di dunia tidak naik," ungkapnya.
Dikatakannya, laju inflasi untuk bulan Februari 2010 ini bisa lebih kecil dibandingkan Januari. Sebab, melonjaknya harga beras yang menjadi pemicu laju inflasi Januari, diyakini akan kembali stabil pada bulan-bulan ini.
Demikian juga dengan harga gula yang akan mengalami penurunan menyusul adanya impor gula yang mulai masuk pada bulan ini. Menurutnya, suplai gula ini akan menekan harga gula.
"Untuk beras, sinyal panen sudah mulai. Maret panennya juga akan lebih besar lagi. Jadi suplai akan bertambah jadi harga beras tidak naik lagi. Kedua, dalam bulan ini impor gula mulai masuk," tandasnya.

