Kamis, 18 September 2014

/ Bisnis & Keuangan

Ketahanan Pangan Lebih dari Sekadar Swasembada

Rabu, 3 Februari 2010 | 21:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Persoalan ketahanan pangan lebih dari sekadar swasembada pangan. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurti saat ditemui dalam diskusi terkait soal ketahanan pangan Indonesia di Wisma Antara Jakarta, Rabu (3/2/2010).

Menurut Bayu, Indonesia sebenarnya saat ini telah mampu mencapai swasembada pangan. Namun, hal tersebut belum tentu menjamin Indonesia mampu mencapai ketahanan pangan dalam jangka panjang.

"Indonesia saat ini terbukti telah mampu berswasembada. Produksi energi dari tanaman pangan di Indonesia 48 persen lebih tinggi dari standard gizi yang direkomendasikan dunia. Protein 42 persen lebih tinggi dari rekomendasi. Bahkan total produksi kalori sampai bisa mencapai 93 persen dan semuanya diproduksi di dalam negeri," papar Bayu.

Akan tetapi, tambah Bayu, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah untuk bisa mencapai ketahanan pangan dalam jangka panjang.

"Antara lain pemerintah harus memberikan insentif yang baik untuk petani sebagai "pelaku utama" ketahanan pangan. Pemerintah juga harus siap menghadapi persaingan komoditi pangan global," ujarnya.

Setidaknya, ungkap Wakil Menteri Pertanian itu, untuk mencapai ketahanan pangan, Indonesia harus mewaspadai sekaligus mencermati tiga hal, yakni pasar komoditi yang saat ini menjadi sumber instabilitas, ketidakpastian dan perubahan iklim, serta kecilnya tingkat investasi pertanian dan pangan di Indonesia.


Editor : Edj